Alfian Rifa'i
Dipunggung bumi
Belulang
Moyang kami berkubur
Adalah
Tempatku berkaca menjawab pertanyaan si enggang dengan bangkai bangkai dunia yg mati
Meneguk wisa ke pembuluh raga
Dipunggung bumi belulang
Moyang kami berkubur
adalah
tangis wajah ibu bumi
menahan perih akibat luka dan darah
mengalir diantara
tanah tanah yg rekah
Dipunggung bumi
Belulang moyang kami berkubur
Aku mandikan sebilah mandau dengan darah bersama mantra dan doa,
untuk menjawab pertanyaanmu
Duhai...mereka
Yang akan menjadi bangkai berikutnya
Dipunggung bumi
Belulang moyang kami berkubur
Tempatmu berjumpa dengan kematian, darahmu akan tumpah
Mengalir diantara akar akar pepohonan
Tubuhmu akan menanting mangkuk
Berisikan darah dan air mata
Dipunggung bumi
Belulang moyang kami berkubur
Wanang aliku darah dika
Wanang aliku sumangat Dika
OooooW
Ku ilayakan sebilah mandau
Sakilan tumatan gulu Andika
Kususup darah matan bumbunan dayam
Ing kata'an ing kalimah
Akan ku nikmati darah yang mengalir dari batang lehermu
Aku akan menari dalam tarian kematianmu
Berpesta pora dengan darah dan tubuhmu
Akibat pohon pohon yang kau papah
Dan sungai mengalirkan darah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar