Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang
Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang
Mencium aroma kurma yang menggoda,
menyambut Ramadhan dengan senyumnya
Assalamualaikum
Selamat pagi, Ibu
Bu, Ramadhan tahun ini aku janji tidak akan bolong lagi
Bu, puasa hari ini aku kuat, meski tadi pagi hampir mencuri minum dari keran kecil
Siang hari perutku berbunyi seperti ada kelinci meloncat-loncat
Belum lagi saat melihat es krim lewat di depan rumah
Aku buru-buru menutup mata dan berkata,
“Jangan goda aku!”
Bu,
Bapak bukan lagi laki-laki yang dulu,
yang selalu lepas dari tanggung jawab
Bapak mengantarkanku ke sekolah,
mengingatkanku salat, mengaji, dan berpuasa
Bapak menutup telingaku rapat-rapat
ketika ada yang mencemooh atau berkata kotor
Bapak sering membuatkanku telur mata sapi,
meskipun kadang keasinan
Bapak mencakup seluruh makna
lelaki terhebat di bumi yang berhati lembut Bu
Ia mengajarkanku sabar,
seperti orang yang menanti waktu berbuka
dengan penuh ketulusan
Halaman ini menyimpan banyak mimpi, Bu
Setiap sudutnya mengingatkanku
pada janji cinta yang pernah kita ukir bersama
Ibu, aku kehabisan kata
setelah menghitung derap langkah menuju bulan suci Ramadhan
Semesta kembali berbisik agar hati menjadi lebih lapang
Ibu tetap memiliki tempat khusus di sanubari,
seperti kiblat yang selalu menjadi arah pulang bagi hati
Di setiap takbir dan iqamah,
selalu kusebut namamu dalam doaku
yb
Ramadhan pertama
19-02-2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar