Jumat, 20 Februari 2026

RAMADHAN TANPA IBU



Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang
Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang
Mencium aroma kurma yang menggoda,
menyambut Ramadhan dengan senyumnya

Assalamualaikum
Selamat pagi, Ibu

Bu, Ramadhan tahun ini aku janji tidak akan bolong lagi
Bu, puasa hari ini aku kuat, meski tadi pagi hampir mencuri minum dari keran kecil
Siang hari perutku berbunyi seperti ada kelinci meloncat-loncat
Belum lagi saat melihat es krim lewat di depan rumah
Aku buru-buru menutup mata dan berkata,
“Jangan goda aku!”

Bu,
Bapak bukan lagi laki-laki yang dulu,
yang selalu lepas dari tanggung jawab

Bapak mengantarkanku ke sekolah,
mengingatkanku salat, mengaji, dan berpuasa

Bapak menutup telingaku rapat-rapat
ketika ada yang mencemooh atau berkata kotor

Bapak sering membuatkanku telur mata sapi,
meskipun kadang keasinan

Bapak mencakup seluruh makna
lelaki terhebat di bumi yang berhati lembut Bu

Ia mengajarkanku sabar,
seperti orang yang menanti waktu berbuka
dengan penuh ketulusan

Halaman ini menyimpan banyak mimpi, Bu
Setiap sudutnya mengingatkanku
pada janji cinta yang pernah kita ukir bersama

Ibu, aku kehabisan kata
setelah menghitung derap langkah menuju bulan suci Ramadhan
Semesta kembali berbisik agar hati menjadi lebih lapang

Ibu tetap memiliki tempat khusus di sanubari,
seperti kiblat yang selalu menjadi arah pulang bagi hati

Di setiap takbir dan iqamah,
selalu kusebut namamu dalam doaku

yb
Ramadhan pertama
19-02-2026

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...