""
waktu silih berganti kulewati
Menghitung satu demi satu tragedi yang menyesakkan dihati
Luruh
Runtuh
Rapuh
Yang patah tak lagi tumbuh
Yang hilang pun yang lagi bisa tersentuh
Hikayat keikhlasan yang kini sedang kumaknai
Tentang aku, dia dan mereka yang tiada memahami takdir ini
Meski jerit tangis selalu mengisi relung hati
Aku coba tegar meski pilu akan duka senantiasa merajai seisi hidup ini
Januari berbicara
Burung besi yang gagah berani lenyap di dasar samudera
Kepingan-kepingan raga tercerai berai dari asalnya
Kulit berserakan
Jasad mengambang tanpa tujuan
Semua kembali kepangkuan ilahi
Februari bercerita
Tentara maha ganas datang menghancurkan instana kami
Menyeret paksa tubuh kami
Melenyapkan sanak saudara kami
Meninggalkan duka yang begitu membekas dihati
Lagi dan lagi semua terjadi atas kuasa sang Robbi
Maret pun ikut bersuara
Dimana iblis merah itu memangsa ratusan jiwa
Semua lenyap jadi abu
Rata bagai debu
Menyisakan puing-puing luka yang dibalut tangis pilu
Bersama hujan yang tak lagi mampu sembunyikan air mataku
Semua terjadi atas kehendak dari-Mu
Kini april juga memberi warna
Dahaga laut merebut paksa para pejuang abdi negara
Mereka hilang tanpa suara
Waktu yang tak bisa diulang
Kenang yang terus saja membayang
Air mata menetes pada kehilangan yang begitu menyesakkan dada
Tuhan
Jutaan air mata sudah mengalir dari seluruh penjuru negeri
Kabut hati yang belum reda terus bertambah tiada henti
Sesak ini semakin terasa
Semua terjadi di depan mata
Sementara tak ada satu pun yang aku bisa selain doa
Tuhan
Jika januari mereka terbang tinggi tanpa batas
Februari mereka mengalir dengan deras
Maret mereka meledak begitu ganas
Dan april ini aku ikhlaskan mereka menyelam tanpa batas
Sambutlah mereka dengan pelukkanmu
Bawa mereka pada indahnya syurga
Hanya doa dan selalu berdoa tiada henti aku pinta
Untuk rela
Untuk lapang dada
Serta kebahagiaan mereka
Yang kini bersamamu
Mendahului kami untuk berpulang
Aku mohon sudahi Tuhan
Beri jeda sejenak untuk kami membenahi diri
Untuk kami belajar mencari arti
Atas segala tragedi penuh luka yang kami jumpai dari-Mu
Robbana atina fiddun ya hasanah
Wafil akhiroti hasanah
Waqina 'adza bannaar
jakarta
27 april 2021
Rajo Langit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar