Yusuf hamdani
Dalam buku " Merelakanmu seutuhnya "
Aku tahu diri...
Pada semua hal tentang aku yang tak mampu membuat hatimu luluh
Tak ada caramu memandangku dengan perasaan lebih
Kamu tak pernah ingin memberiku sebuah kesempatan untuk mengenalmu lebih dekat
Mungkin memang tak pernah pantas aku berharap untuk diberikan sebuah harapan
Barangkali memang tak seharusnya aku memiliki keinginan lebih dari sebatas mengagumimu dari jauh
Tahu diri
Tak pernah ada perasaanmu untukku meski hanya sedikit
Aku tahu diri
Pada semua hal tentang aku yang tak pernah bisa dijadikan sebuah bahan pertimbangan untuk diterima
Kamu memiliki penilaian sendiri tentang siapa yang berhak hatinya untuk singgah di hatimu
Aku jauh dari sebuah kemungkinan memilikimu, singgah dan menetap dengan utuh
Tak memiliki nilai lebih seperti beberapa orang lain yang mendekati
Selalu ada cara untuk memungkinkan kemungkinan
Tetapi penilaianmu membuatnya seperti tak berarti
Tahu diri
Tak pernah ada hatiku memiliki kemungkinan untuk memiliki
Aku tahu diri, pada semua hal tentang kekuranganku dan tak memiliki kelebihan cukup untuk memantaskan diri menjadi pasangan hidup
Aku terlalu banyak memiliki kekurangan, kamu pantas jika menganggapku tak layak terpilih atau dijadikan sebuah pilihan
Mencintaimu adalah patah hati yang kusengajakan
Sedari awal aku sudah tahu diri, meski dengan tetap percaya diri
Mencintaimu adalah berani berjuang dengan penuh kesadaran
Tahu diri, tak pernah ada hatimu yang bersedia untuk dimiliki olehku yang memiliki banyak kekurangan
Aku tahu diri, pada semua hal tentang perasaan rinduku yang tak pernah pantas meminta sebuah pertemuan
Sebab yang merasa rindu hanyalah aku
Sedangkan kamu tak pernah ingin peduli apa yang kurasakan
Tak berharga, memang tak berharga
Namun bukan berarti setiap hal yang kamu anggap tak berharga tak pernah memiliki nilai sedikit pun
Jika rindu ini tak pernah bisa kamu berikan sebuah pertemuan, aku tahu diri dan tak pernah berhak untuk menyalahkan atau mempermasalahkan
Aku tahu diri, pada semua hal tentang perasaanku yang tumbuh dan hanya kurasakan sendiri
Wajar saja jika kamu menghindariku yang mungkin takkan pernah pantas, meski mencoba memantaskan diri
Tak diterima sudah menjadi bagian yang harus kuterima
Tahu diri sudah seharusnya menjadi bagian dalam hal mencintai
Tanpa tahu diri, jatuh cinta adalah sebuah kebodohan
Terlalu merasa pantas memiliki adalah sebuah kesalahan
Tahu diri
Aku hanya jatuh hati sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar