Cewek 👇🏻👇🏻👇🏻
PECUNDANG!!!
Ya... Kau... adalah PE-CUN-DANG
Bahkan mulut yg di takdirkan untuk mengungkapkan Terbelenggu oleh sajak palsu ,
kenapa harus terdefinisi sebuah hubungan itu , kenapa harus ada kepicikan pikiran yg senantiasa menyeret pikiran ke jurang tak berujung
(haa.. haa.. haa..)
Cowok 👇🏻👇🏻👇🏻
Dia memang PECUNDANG!!!
Tat kala sang iblis menjelma menjadi sang telinga kiri ,
dia mendengar hal benar yg di salahkan dan itu benar ,
lantas apa bedanya kita dengan iblis jika masih kalah dengan kegundahan dan ketidak stabilan yg di sinkronkan hati dan pikiran
Cewek 👇🏻👇🏻👇🏻
Kecurigaan selalu menjadi selimutku , dan aku merengkuh di dalam nya seraya sekarat karna dingin
Saat keluar dari kerendahan pikiran ,
aku mulai membacamu dengan cermat dan teliti dan bodohnya aku tak menemukan mu lagi ,
bagai 2 bagian bunga yg terbelah , kau bukan apa"
dengan harumnya bau rumput yg slalu menyaksikan kemarahanku setiap senja menyingsing ,
lantas kenapa ini terjadi lagi?
Cowok 👇🏻👇🏻👇🏻
ini bukan penyebabmu juga penyebab kita ,
ini pikiran ku yg tak pernah mempercayainya,
2000 kata kau terapkan dengan pena tapi apa hasilnya ?
Hanya puisi percintaan yg absurd.
(haa.. haa.. haa..)
Dasar kau memang bangsat!!! cuiiih...
Cewek 👇🏻👇🏻👇🏻
Pagi menjelma menjadi angin yg berhembus melalui sela tangan kita yg mulai mendekat ke pipi nya lantas matahari datang dan semua pudar sirna , kenapa ?
Percayalah ini bukan visi maupun ambisi tapi ini persepsi ku ,
iri pada sang rumput yg senantiasa membelai sang angin ,
iri kepada sang lebah yg senantiasa mengecup lembut nektar pada bunga malam,
atau...
iri pada sang burung yang tertawa bersama seakan kematian membelanya,
(haa.. haa.. haa..)
Najis... cuiihhh...
iya aku tukang iri !
Lantas iri ini menjelma menjadi pembodohan yg selalu aku terima dengan amarah ,
apakah ini normal ?
Cowok 👇🏻👇🏻👇🏻
Jika iya kita memilih untuk gila ,
bejana kita terisi kembali dengan kenangan indah ,
tapi sialnya tiba" keruh karna dia ,
ku padamkan lentera yg gelap itu supaya datang terang ,
ayo lah...
kita akan membunuh dirinya tatkala dia menemui kebahagiaan semata
Kita menganggapnya sebagai anjing ,
kasar ? Bukan !
Ini gila ! Maaf dirinya yang gila.
Cewek 👇🏻👇🏻👇🏻
Kau jangan diam Bodoh!!!
Kemana telingamu?
Tidak mendengar yang pilu
Hanya bergurau dengan sang ratu
Tergagap pada ambigu, Keparat!!! anjing
Cowok 👇🏻👇🏻👇🏻
Katanya kamu seorang maestro puisi dengan ijasah seabrek menumpuk di laci
Tapi, kenapa kata-katamu rendah seperti sampah?
Bikin jijik telinga yang mendengarnya
Katanya kamu seorang puitis
Tapi, kenapa telingamu tuli akan jerit pilu temanmu sendiri?
Seolah tiada kejadian miris pada mereka
Di mana naluri kemanusiaanmu?
(haa.. haa.. haa...) Biadab!!
Cewek 👇🏻👇🏻👇🏻
Kamu,
Iya, kamu yang mengaku orang bermoral dan beragama
Kenapa kau patahkan ladang ilmu teman" dengan perilaku bejatmu?
Ingat!
apa yang kau lontarkan itu bukan pujian
Melainkan opini kebodohan
Amanat berceloteh tersemat pada penghuni mulut indahmu
Jangan lalai!
Jangan dzolim!
Akan ada pertanggung jawaban atas amanat yang kauterima
(haa.. haa.. haa..)
Ahh, rupanya kamu sedang terlelap di kebodohanmu sendiri
Pantaslah kautuli akan teriakan mereka yang terkhianati olehmu
Di baca bersama 👇🏻👇🏻👇🏻
Pengemis sastra celoteh sahabat
Kediri Selasa 23 Juni 2020 / 08:21 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar