Tuan...
Kau terlalu jahat untuk menjadi iblis yang hebat.
Luka-luka yang kau buat masih menjadi liku-liku sayat yang amat kuat.
Juangku kau anggap imaji semata yang tak kau hargai, sia-sia semua rasa yang telah kuberi.
Kau berteriak kencang untuk menghakimiku.
Bedebah seperti apa, yang masuk kedalam relung hatiku.
Manusia bodoh seperti apa, yang membuat nestapaku semakin meronta akan lara.
Kini ku dibutakan oleh cinta dengan sejuta keindahannya, tanpa kusadar aku hanyalah manusia yang paling dalam jatuh kedasar luka-lara.
Anjing-anjing berceloteh menggonggong berisyarat bahwa malaikat yang bersamaku adalah manipulasi syetan yang tidak memiliki perasaan.
Kau kotori hatiku,
akan ku berikan asa-asa yang sangat pilu untukmu.
Kau sakiti hatiku,
akan aku buat mati rasamu.
Koyak semakin kau koyak hatiku dengan kata kata dustamu
Aku jatuh dan kau tertawa diatas semua hayal indahku.
Bahkan kau masih tak merasa menumbuhkan banyak luka disaat aku jatuh sejatuh jatuhnya.
Tuan...
Kuberi kau tepuk tangan
Sorak gila akan hasrat bahwa engkau adalah malaikat yang berkedok bangsat.
Malaikat berkedok bangsat
Han's, senja .
5 mey 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar