Minggu, 13 September 2020

Pamali Bungkam!Karya : Muhammad Idsan - Peramu Diks


Kali ini aku tidak bicara tentang senja atau hujan

Tapi tentang senjata atau hujaman

Bukan pula perihal cinta atau luka dalam kenangan

Tapi tentang tinta atau duka dalam karangan

Apalagi perkara pecundang dalam barisan

Tapi ini tentang sebuah kritikan

 

Kritik!

Kita sedang menyuarakan puisi kepada segerombolan penguasa tanpa keadilan

Bukan teriakan murahan kepada yang tak paham tentang estetika

Hei! Puisi ini untuk kamu bodoh!

Di mana-mana kami akan terus mengintai pergerakan

Bila rakyat jadi tumbal dari pesugihan kekuasaan

Maka kata “berhenti” kami hapus, menggantinya menjadi “sampai mati atau mampus!”

Karena kita adalah pejuang di atas kertas juga di atas aspal

Inilah raung dalam ruang-ruang berkelas

 

Lidah masih bisa meludah dengan majas-majas

Ironi, sinisme, sarkasme, satire dan innuendo

Tapi bila mulut ini coba kau bungkam

Maka bukan sekadar kata-kata lagi yang akan merajam!

 

Kami penyambung rokok dari Soekarno

Setiap kepulan-kepulan adalah kepalan-kepalan yang akan terus melawan

Setiap isapan-isapan adalah usapan-usapan peperangan

Setiap udara-udara adalah suara-suara tak berkesudahan

Kaum kiri akan terus lahir sepanjang kehidupan

 

Kritik!

Kami beri titik kepada semua bentuk pengkhianatan atas janji setelah dilantik

Pembalasannya adalah ratusan peluru agar perlawanan berakhir

Tidak! Itu tidak akan mengakhiri yang telah lama dimulai

Kami pamali bungkam!

Sekalipun harus sampai titik!

Angkat senjatamu!

Kami akan terus angkat bicara!

Inilah titik yang akan terus jadi tanda seru!

Seruan-seruan seru!

 

Kalau kau pijak-pijak sajakku

Maka sajak-sajak akan terus menginjakmu!

“Der af of deruit!”

Tanggalkan atau keluar!

Tangan kiri mengepal, tangan kanan menikam!

KAMI PAMALI BUNGKAM!

 

Bone, 21 Agustus 2019, 17:17 WITA

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...