Kamis, 04 Februari 2021

30 September 1965 banjir darah



30 September 1965 banjir darah

Langit berwarnah merah
Bumi bergejolak penuh darah
Manusia bejat lencena serakah
Merapalkan sumpah serapah

Serdadu-serdadu jahanam
Di kumpulkan tengah malam
Mengunci semu senjata tanpa peredam
Mata hitam kelam penuh dendam

Kekuasaan sebagai simbol kekuatan
Ade Irma beranjak usia lima tahun
Tersungkur tertusuk peluru kezoliman
Komunis membunuh tanpa ampun

Senjata menyalak di tangan majikan
Para Jendral menjadi korban ketamakan
Menyerang bangsa sendiri karena perbedaan
Nyawa di anggapnya sebuah permainan

Suasana Kemerdekaan menjadi haru
30 September 1965 hati lebam membiru
Malam yang panjang untuk sebuah penyiksaan
Mengorbankan jiwa dan raga demi peradaban

"Selamat jalan Pahlawanku"


rezpek
30 September 2019
Makassar

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...