30 September 1965 banjir darah
Langit berwarnah merah
Bumi bergejolak penuh darah
Manusia bejat lencena serakah
Merapalkan sumpah serapah
Serdadu-serdadu jahanam
Di kumpulkan tengah malam
Mengunci semu senjata tanpa peredam
Mata hitam kelam penuh dendam
Kekuasaan sebagai simbol kekuatan
Ade Irma beranjak usia lima tahun
Tersungkur tertusuk peluru kezoliman
Komunis membunuh tanpa ampun
Senjata menyalak di tangan majikan
Para Jendral menjadi korban ketamakan
Menyerang bangsa sendiri karena perbedaan
Nyawa di anggapnya sebuah permainan
Suasana Kemerdekaan menjadi haru
30 September 1965 hati lebam membiru
Malam yang panjang untuk sebuah penyiksaan
Mengorbankan jiwa dan raga demi peradaban
"Selamat jalan Pahlawanku"
rezpek
30 September 2019
Makassar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar