Kau menjadi penikmat luka
Tertawa terbahak-bahak
Seolah besok dunia berakhir
Kau manusia kejam
Tak punya hati
Ketika luka ku kau jadikan candaan
Lara ku bergejolak menjadi himpitan
Tetes air mata dipipi jadi candu kenikmatan
Kau menutup mata hati
Melihat nya dengan kasat mata
Menilai secara berlebihan
Dan aku lah penyebab kesalahan
Penabur dosa yang patut untuk d benci dan d hina
Tapi tau kah kau rasa nya jadi aku
Yang hancur berkeping-keping
Berserakan hati dan juga jiwa
Sampai tak ada sisa seujung nana
Terus saja tertawa
Suatu hari ku doa kan kau mengerti
Sakit ini nyata bukan ilusi belaka
Nie, Palembang 26 januari 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar