Diluar martabat wiski
Es teh tidak perlu jumawa
Karna lebih disukai dibulan puasa
Nalar rumput teki tua tidak boleh membangga
Karna
Sarkastik pada dandelion muda yg baru belajar aksara
🤩jika nyawa tulisanmu masih berada dilangit senja
Bebas sambil minom kopi dan seenaknya bersua
Renggutlah kematian dan rasakan di dalam bui penjara
Sanggup dirimu jadi pramudya atau ws rendra?
😎puisi bukan tentang belajar diksi melankolia
Puisi bukan tentang majas metafora juga semiotika saja
Bahasamu patriaki
Seperti orba melarang penyair berbicara
Indikasi Analogimu kelewat batas tuan muda...
Para cecungguk mati muda
Sebab lisan yg berbisa
🤩saya tidak mesum.
Hanya bersenggama semalam pada pelacur kata
Katamu puisi puisiku ini asusila
Adegan fulgar ini bukan bicara tentang wanita saja
Akan dangkal sebab lahir jebolan kontrasepsi itu berbicara
Puisi satir ini
Kutulis sendiri
Dimana ada pratek penyalahgunaan kemanusiaan terjadi
Maka disana sastra muncul
Dan menegakkan kaki
Mampus kau
Dikoyak koyak diksi
Buah karya D.911
Tidak ada komentar:
Posting Komentar