- Juni 14, 2020
HILANG SEPARUH
Oleh : Papi Radja
Di ujung senja
Tepat ketika matahari mengusaikan keindahanya
Ketika warna-warna jingga mengilang dan mengubahnya menjadi gelap gulita
Aku teringat satu kisah yang pernah membuat kita merasa, paling bahagia diatas dunia
kisah perjalanan kita yang saling setia, namun berakhir begitu saja
Hanya karna restu yang tak pernah kita dapatkan dari mereka
Atau ini hanya retorikamu saja?
Kini hanya senja dan bayang-bayangmu yang tersisa, akan aku jadikan sebangai prasasti kesendirian jiwa
Jika dengan cara itu membuatmu bahagia
Aku hadiri janji yang mengikat kau dan dia
Kau hadirkan pesta meriah
Agar mereka tau aku yang kalah
Kaki ini hampir tidak bisa menompang bandan untuk berdiri
Saat seorang pecundang ini memasuki tempat kalian merayakan janji suci
Dan ku lihat, mereka tertawa, menari, dan bernyayi, didepan hati yang hampir mati
Seolah mereka sedang menertawai laki-laki yang tak pandai bermain hati
Sesekali, kau layangkan pandanganmu kepadaku
Kau beri aku senyuman
Aku tau betul, kau berikan itu hanya untuk sapaan selamat atas hancuranya segala prasaan
Makanan yang kau hidangkan, aku lahap dengan kekecewaan
Minuman yang kau sugukan, aku telan bersama air mata yg tertahan
Tidakah kau ketahui
Kau Masih disini
disela jantung kau menari
Lalu Terdengar di telingaku, ucapan salamat menempuh hidup baru
Inikah hidup baruku
Bisakah aku menjalani hidup tampamu
Tuhan!
Sadarkan aku dari mimpi buruk ini.
Aku lelah dengan mimpi yang terlalu panjang dengan mata yang membengkak ini
Teruntuk kamu
yang berbudi pekerti tinggi
Yang telah rela mematahkan hati ini
Katakan padaku kemana harus ku bawa hati yg patah ini
Kemna harus aku letakan hati yang tak utuh lagi
Aku ini telah kehilangan arah
Aku tak bisa melangkah dengan hati yang belumur darah
Karena
Menata hati tidaklah mudah ketika runtuh
Ajari aku bernyawa untuk sesuatu yang telah terbunuh..
Goresan Tinta Hitamku
Lampung, 19 Juni 2019
Karya Papi Radja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar