Kau bilang Rindu,
Kau bilang cinta,
Kau bilang aku adalah segalanya
Tai ayam!
Hahahaaa
Lelaki Bangsat!
Menjilat pantat tanpa pernah kau ralat
Mencibir bibir tanpa kau kuncir
Lihat!
Wajah mu yang bodoh itu
Mabuk dan bicara semau mu tanpa pernah berpikir arogansi ada pada mu.
Heeyy......
Kau, yang merasa hebat dengan segala yang kau punya,
Lihat aku!
Lihat lah!
Wanita yang pernah berharap pada mu.
Mengunci, segala rindu atas mu
Namun kau musnah tiada arah hingga aku bernanah.
Pelik memang,
Kau meludah di sembarang tempat tanpa tahu bahwa itu keramat!
Setan! . . cuuiiih💦
Kau Hisap mulut ku, kau jilat vagina ku, kau robek kuntum ku, kau ikat aku dengan harapan mu.
Aaahhhh nikmat!
Tapi kau pergi bagai debu yang berevolusi.
Bangsat!
Lelaki dengan jiwa kotor, molor, yang hanya mengokor, berekor, mengekor dan suka kolor!
Kotor!
Tak ingat kah desah dalam darah, meriah, bersimbah, harum tubuh ku.
Mengikat dan pekat, aroma mu. . .
Ahhh...ahhh...ahh....peluh melebur!
Haaahaaa
Aku bunting bang. . . .
Iyeu budak maneh. . . (Menangis)
Lagi lagi kau bisu bagai debu mematung seperti lutung.
Bicaralah....
Iyeu budak maneh kang!
Lelaki Bangsat! Penikmat namun tak mau terlihat!
Hahahaaaa
Begitulah, lelaki Bangsat yang hanya penikmat namun lupa tajak kebat.
Hadirlah, undangan neraka mu
Sebab pinta ku pada raabb ku adalah mencabut nyawa mu!
Matilah...mati dalam sesal dan aku kirim api agar membakarmu.
Hahahaaaaaa
Kaktus,
Depok, 28 Mei 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar