Kamis, 04 Februari 2021

Kau Yang Telah Berlalu


Oleh  :  Aurora Senja



Dalam setiap hembusan nafas,
Aku merindukanmu..
Sebanyak derap denyut nadiku,
Aku menantimu..
Wahai tuan pemilik bait-bait aksaraku,
Pernahkah sekejap saja engkau perhatikan bahwa rangkaian puisiku semua tentangmu..
Sekali saja, coba lihat adakah hati lain yang ku selipkan dalam konotasi imajinasiku?
Semua tentangmu, masih selalu tentangmu..
Harusnya kau paham, harusnya kau yang paling tau..
Tentang betapa sulit dan sakitnya berdiri pada bumi yang tengah ku lalui..
Tentang betapa ringkihnya aku dengan segala rasaku dalam pengabaianmu..


wahai tuan pemilik sajak rinduku
Bukankah kau yang memintaku untuk menghidupkan lampu pada lorong gelapmu..
Bukankah kau yang memintaku berhenti pada gubuk jeramimu..
Lantas mengapa dengan tega kau acuhkan setiap rindu yg ku persembahkan khusus untukmu..
Mengapa kau tinggalkan bias asa yg telah ku gantungkan padamu?
Padahal berjuta harap telah ku tulis bersama tinta hitamku pada langitmu
Maka Katakanlah jika hadirku sudah tak lagi di perkenankan dalam nirwanamu


Ku mohon padamu Wahai tuan yang merajai segala rasa dihatiku,,
Kembalikan semua waktu yang kau ambil dariku,,
Normalkan segala candu yang menghantui anganku
Agar memudar sebongkah rasa dalam penantian yang berujung pilu

Segala tentangmu sangat jelas, nyata dan bahkan sangat berharga.
Aku takut semakin menggila..
Tak pernah datang sesalku ketika dengan sangat nyata aku begitu memujamu
Tak pernah ku sesalkan setiap tetes airmata yang ku jatuhkan untukmu
Tapi kali ini Izinkan aku, berhenti pada titik ini..
Karna aku tau, kau takkan pernah mungkin aku miliki..




Jawatimur, 12 januari 2020
Aurora Senja

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...