Buah Karya : Kala Imaji
Seseruas tebu mulai memanjang
Mengakar kuat pada liang kehidupan
Satu demi satu tercoreng oleh luka
Aku, ibu, ayah
Ibu, ayah, aku
Ayah, aku, ibu
Sama saja
Manis asin hambar sepah
Kini pedih menimang luka
Kau hakimi aku
Lemparkan tubuhku
Rampas anakku
Renggut senyum putriku
Kenang hanya menyisa luka
Luka laku laki-lakiku dalam lika-liku ku
Kau hinakan sukmaku seakan maha suci
Melempar batu
Menuduh aku selingkuh
Nabastala meraung tanpa jeda
Bulan patah redupkan sinarnya
Mengenang seseruas pokok tebu
Tumbuh subur sampai pada duniaku
Bendung mata mengalir tipis
Di tepi pipi
Di tepian bibir
Di tepian bumi
Aku!
Ya aku!
Aku putri wanita itu
Kau hinakan
Kau caci
Kau lucuti harga dirinya
Siapa kau? Racun jamur!
Pokok tebu telah rubuh
Kau ambil sari patinya
Kau bawa ia pergi entah ke mana
Aku!
Aku pun berhak bahagia
Memanjakan kenang bersamanya
Lihat, lihat mereka!
Tertawa lepas, lantas aku terjerat rantai nestapa
Tahu apa kalian?
Perduli setan!
Kau umbar topeng simpatimu
Seolah kau perduli terhadapku
Kau tampar jiwaku!
Kemana hati nuranimu, kemana?
Salahkah, jika aku merindukan wajah, lembut sentuh, manis kasih, serta hangat dekapnya
Sujud sukmaku
Lika-liku lukaku
Aku berserah pasrah
Aku rindu ibuku
Diadopsi dari kisah nyata penulis
Senin, 5 Oktober 2020
Teruntuk ia dunia ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar