Rabu, 24 Februari 2021

NABASTALA DALAM TOPENG


Buah Karya : Kala Imaji

Seseruas tebu mulai memanjang
Mengakar kuat pada liang kehidupan
Satu demi satu tercoreng oleh luka

Aku, ibu, ayah
Ibu, ayah, aku
Ayah, aku, ibu
Sama saja

Manis asin hambar sepah
Kini pedih menimang luka

Kau hakimi aku
Lemparkan tubuhku
Rampas anakku
Renggut senyum putriku

Kenang hanya menyisa luka
Luka laku laki-lakiku dalam lika-liku ku
Kau hinakan sukmaku seakan maha suci
Melempar batu
Menuduh aku selingkuh

Nabastala meraung tanpa jeda
Bulan patah redupkan sinarnya

Mengenang seseruas pokok tebu
Tumbuh subur sampai pada duniaku
Bendung mata mengalir tipis
Di tepi pipi
Di tepian bibir
Di tepian bumi

Aku!
Ya aku!
Aku putri wanita itu
Kau hinakan
Kau caci
Kau lucuti harga dirinya

Siapa kau? Racun jamur!
Pokok tebu telah rubuh
Kau ambil sari patinya
Kau bawa ia pergi entah ke mana

Aku!
Aku pun berhak bahagia
Memanjakan kenang bersamanya
Lihat, lihat mereka!
Tertawa lepas, lantas aku terjerat rantai nestapa

Tahu apa kalian?
Perduli setan!
Kau umbar topeng simpatimu
Seolah kau perduli terhadapku

Kau tampar jiwaku!
Kemana hati nuranimu, kemana?
Salahkah, jika aku merindukan wajah, lembut sentuh, manis kasih, serta hangat dekapnya

Sujud sukmaku
Lika-liku lukaku
Aku berserah pasrah
Aku rindu ibuku


Diadopsi dari kisah nyata penulis
Senin, 5 Oktober 2020
Teruntuk ia dunia ku

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...