Oleh : Aurora Senja
Lagi lagi, aku kembali bercumbu dalam bayangan..
Bahkan kali ini lebih menyayat, karna aku harus bercumbu denganmu dalam kenangan..
Hatiku kau iris lagi, kau patahkan lagi, kau hempaskan untuk kesekian kali..
Kenangan manis yang telah kita lewati,
Kehangatan yang telah kita bangun, bahkan harapan yang sempat sangat kita agungkan kau renggas dari pucuk hingga ke akar.
Janji-janji yang pernah kau ucapkan,
Do'a do'a yang pernah kita langitkan,
Semua tinggal arang yang menunggu dihembuskan angin kenangan..
Kekecawan yang telah kau datangkan kini perlahan jadi kebencian..
Segala rasa yang telah kau remehkan pelan-pelan kau binasakan..
Harus ku sebut apa dirimu, wahai sang raja yang merajai segala rasa dan segala kepalsuan dalam cerita maya
Iblis, bedebah, bangsat, atau bajingan?
Aku rasa semua nama pantas kau sandang
Bahkan pemberi kehangatan pun pernah aku nobatkan..
Hey..
Siapa dirimu yang berhak memberi luka tanpa kata jeda
Seberapa hebat kau hingga beraninya mencampakkan ketulusan yang ku agungkan..
Kini semua ceritaku kau ratakan dengan ombak ke egoisan,
Tinta hitam yang pernah kau pinjamkan telah ku gantungkan..
Negeri dongeng yang ku himpun ku tutup sampai sekian
Tiada doa terindah lagi untukmu selain do'a kematian
Semoga ajal menjemputmu dengan cara yang paling kejam..
Coretan Terakhir di Ujung Senja
Jawatimur, 16 Maret 2020
Aurora Senja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar