Hei!
Kau hanya akan tertolong saat lukamu robek dibagian vena
Berhentilah menatap harap kesana
Pintu kamarmu takkan pernah terbuka, oleh satupun manusia, bila lukamu itu tak kasat mata
Silahkan cerita kepada dunia
Sekali
Dua
Tiga, boom!
Obat tak ada dan kau difonis tak berguna
Lalu kini kau bertanya-tanya
Mengapa aku berbeda?
Aku lebih sekarat, tapi kenapa tak pernah ada yang percaya bahwa aku sangat butuh dirawat
Peluk lututmu
Himpit kepalamu
Kematian akan lebih sedikit memekakan telinga dikepalamu
lalu disekitarmu?
Ya! bebisik sendu --- Seharusnya aku menemanimu
Kemudian kau kebingungan
Mengira sebuah cubitan akan membangunkan
Lalu kau kesepian
Lalu kau kedinginan
Lalu kau ketakutan
Oh tidak!
Ini kenyataan!
Tiba-tiba kau memutar memori untuk tahu siapa yang harus dihubungi
Menagih janji-janji
Yang berisi "takkan pernah meninggalkanmu sendiri"
Tapi, Boom!
Semua menjadi ilusi
Katakan! Apa sekarang kau benar benar ingin bisa tertidur saja?
Ingin bisa memejamkan mata saja?
Dengan tenang?
Dengan gampang ?
Lalu meyakini esok matahari akan sedikit lebih terang
Dan akhirnya
kau pun merasa senang
Mengira seseorang akan benar benar membawamu pulang
Besikaplah baik
Pakaikan sendiri belenggu yang mencekik
Aura ibu sedang bolak balik
Ayah bahkan lebih dulu menuliskan titik
Semua dinding berupa jeruji, sayang
Kau takkan pernah berganti ruang
Kau hanya berganti mata uang
Usang
Terkekang
Menunggu saat yang tepat untuk benar-benar lepas terbuang
Bukan sulap, bukan sihir, Boom!
Lingkar Matamu tiba-tiba lebam membiru
Hatimu beku
Mimpimu buntu
Orang-orang lelah menghadapimu
Dan, tunggu..haha
Apa!?
Bahkan dirimu?
Di akhir cerita kau hanya bertanya
Dimana letak salahku?
Apa dosaku?
Atau sekadar memaku pasak dibalik kerumunan yang semakin menipu
Kita sedang dibentuk --- ujar hati
Berhentilah mengutuk hal yang belum kau sadari
Lalu kita terasingkan dan dibiarkan kotor sekali
Sebab itulah kita berada didalam mesin cuci
ZhafirKhairanAkalanka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar