*
CWE)
Tangisan luka terdengar dari ruang kamar temanku,
Mencabik-cabik perasaan dalam pendengaran saat ini,
Rasa kecewa yang tidak bisa digambarkan dan di lontarkan oleh kata-kata,
Membungkam bibir ku untuk mengetuk pintu di hadapan ku, aku tak tau apa dan mengapa iya seperti itu,,
Saat aku mendengar desahan suara berteriak memanggil namanya,
Entah siapa, mengapa, dan dimana dirinya,!!
Aku selalu berfikir sampai kapan iya menyimpan luka tanpa suara, tanpa nada, tanpa apapun yang iya curahan kepada saya,
Saya memang bukan siapa-siapa,
Bukan saudara, bukan sedarah, bukan kekasih atau pun orang sepesial di hatinya,
Tpi saya hanya tersentuh akan tangisan nya, jeritnya, kesedihan nya, bahkan harus merasakan tiriakan senduh malam dalam kecewa panjang di kehidupan nya,.
Lalu mengapa, entahlahh,,
Aku hanya pendengar setia malam dalam lantunan sepenggal kisah jalanan setia nya,
CWO)1
ada apa ini,?? Mengapa kau hanya duduk diam di situ, bukankah kau ku suruh untuk mendobrak pintu kamar nya, lalu mengapa kau hanya meratap tersenduh dalam irama lantunan penyesalan yang menjengkelkan kita,
Apa kau tak berani untuk melontarkan kata-kata terhadap nya, lalu kau terdiam mendengarkan nya dan terbawa kedalam nya seperti orang yang sudah kehilangan arah karna kecewa, karna cinta, karna penghiyanatan antara iya dan dia,
Aku tak perduli engkau siapa baginya,
lalu mengapa kau tak pernah sanggup untuk menahan kegilaan yang sudah mengalir dalam nadi dan darah nya, cuma karna kecewa dan derita yang iya rasa,
Biar aku saja yg meneriakkan nya, lalu akan ku tampar wajah nya untuk menyadarkan atas kebodohan dirinya merenung tanpa ada akhirnya,
Kau ini mengapa, lantas apa diam tanpa kata tanpa suara hanya menangis dalam kamar gelap tak bercahaya,
Hay kau Manusia, aku berkata jawab lah dengan bait kata2 yang kau punya,
Mengapa kau gagu kan suara dengan cara menyendiri dalam ruang sepi yang terkunci,
lalu kau menunjukkan kepada ku dan temanmu kalo kau sedang terluka karna rasa kecewa,
Buka pintu nya sebelum aku meledakkan bom yang bisa membuat mu berdarah dan terluka oleh hantaman-hantaman tangan ku yg kotor tak berguna,
CWO)2
pergilahh,,, pergilah,, pergilah,,
biarkan aku sendiri,
biarkan aku disini di ruang gelap yang terkunci,
Kau tak tau apa2,,
kau tak pernah merasakan nya,
aku merasakan nya,,
aku melihatnya,,
Aku mendengar nya,,
aku terbayang sosok nya,,
aku merenungkan ucapannya yang pernah keluar dari bibir manisnya,,
Biarkan aku sendiri Bersama hatiku yg gelap dalam kamar tanpa cahaya terkunci ini,
Biarkan aku sendiri,,
biarkan aku sendiri,,
CWO)1
BODOH,,,
Kau adalah pria yang sangat bodoh,,
mengapa kau seperti ini,,
bangunlah,,,
jangan buat aku memaksa diriku untuk menamparmu sampai kau berdarah,, lalu ku tampar kembali sampai kau sadar siapa Dia dan apa kita,,
CWO)2
Biarkan aku Bodoh,,
Tampar saja diriku,,
rasa itu tidak ada apa-apa nya dibandingkan luka yang ada di dalam hatiku atas dirinya,
Biarkan aku bodoh,,
Biarkanlah,,,
CWE)
Apa maksudmu berkata seperti itu,
Membiarkan mu bodoh karna kenangan-kenangan
Yang tidak ada maknanya itu,
Lalu membiarkan mu menangis setiap malam mengganggu hati dan perasaan teman mu,
Untuk apa kau menyesal kan takdirmu yang sudah di gariskan tuhan untuk dirimu yang jelas2 itu nyata untukmu,
Seharusnya kau berfikir tentang dia yg bahagia atas cinta yang tidak sempurna karna alasan paksaan kedua orang tua nya,
Lalu mengapa kau masih saja seperti ini,
Sudahkah kau berfikir matahari akan bersinar setelah hujan berhenti,, bahkan warna2 pelangi menghiasi dan menambahkan keindahan awan2 yang sudah tersusun rapih,
Lalu mengapa kau tetep saja berdiam diri dalam kamar gelap tak bertepi yang tak berarti,
Sadarlah,,, aku perduli disini,
Lihatlah,, dan nyalahkan sejenak lampu itu agar kau bisa lihat siapa yang ada di sini di hadapan mu itu,,,
KITA atau DIA,,
Lalu mengapa kau masih saja berusaha merenung kan dari yang tak ada habis nya seperti ini,
Mengapahh,,,??
CWO)2
Karna aku patah,,,
CWE)
Kau yang menginginkan nya,,
CWO)2
Aku orang yang lemah,,
CWO)1
Kau tidak lemah,, karna aku tau siapa kau sebenarnya,
CWO)2
aku menyerah,,,
CWO)1
bangkitlah jangan seperti orang yang payah dan menjadikan dirimu seperti wanita yang tak berdaya, papahkan kakimu secara perlahan, aku akan membantumu menopang pundakmu untuk berdiri,
Sadarlah,, dan iklass lahh,,,
Apa perlu aku menyeret mu keluar untuk menyadarkan dirimu tentang keikhlasan,
Apa perlu aku menyirammu menyadarkan mu bahwa hidup ini harus kau jalankan bukan kau renungkan,
Aku yakin kau sudah paham untuk apa aku memaparkan,
Yakinlah kau itu mampu tanpa nya,
Percaya dirilah,,
CWO)2
Mengapa,,, mengapa aku harus merasakan janji manis yg menjadi racun untuk diriku lalu menyakitkan ku secara perlahan,
Mengapa,, mengapa aku harus merasakan sakit yang begitu menyakitkan seperti orang yang berkecanduan obat lalu merintih kesakitan di saat dia membutuhkan,
Aku butuh dirinya,, aku ingin janjinya,,
aku belum bisa menerima semua yang pernah dia katakan lalu iya pergi begitu saja atas janji-janji yang pernah di ucapan kepada saya,
Lalu biarkan aku sendiri untuk merenungkan ini,,
Biarkanlah aku sendiri,,
CWO)1
Buka pintunya ,,, cepat buka pintu nya,,
DORR DORR DORR DORR,,
liat aku dalam keadaan gelap seperti ini di kamar mu,
Lihat wajah ku,, tatap wajah ku baik-baik apa kah kau lihat air mata di pipiku, apa kau lihat raut wajah kemarahan ku,
Tidak,, kau tidak bisa melihat nya seperti dirinya yang kau renungkan dalam kegelapan kamar mu yg kau larutkan dalam kesendirian mu, apa kau belum mengerti, apa kau tidak sadar,, iya pun menangis dalam kenyataannya yang telah di jodohkan kedua orang tua nya,
tidak seperti mu, melainkan kenyataan yang harus dia hadapi menahan kesakitan yg terang dan menyakinkannya, apa kau tak melihat sedang apa dirinya di sana, menghadapi kehendak kedua orang tuanya karna perjodohan nya, kau ini siapa, kau harus menerima nya dengan hati yg terbuka, dengan ruang yg nyata, kau butuh cahaya untuk melihat nya, mengapa kau masih saja menangiskan dirinya yang dia pun menangis karena harus menerima keputusan kedua orang tua nya,
sadar lahh,, bangun dari kamar mu, nyalahkan lampu kamar mu, ketika kau tau di saat lampu itu menyalah siapakah yg ada di samping mu dan siapa yang ada di dekat mu,
kita atau kamu atau dia,
jgnlah kau bersembunyi dalam ruang kebodohan yg selalu membutakan matamu dan hatimu untuk selalu terhanyut di dalam nya,
ikhlaskan lahh,, aku mengerti perasaan mu, aku memahami segala kesakitan di jiwamu,
jgn kau selalu menyimpan segala kesakitan yg bisa kapanpun meledakan hati mu,
alirkan lah dengan caramu mengatasinya bagai mana dan seperti apa semua bisa menjadikan dirimu lega,
bangunlah,, bangunlah,,
aku benci melihat kebodohan yang kulihat di dirimu saat ini, seperti orang gila yg bertingkah tak terkendali bahkan menyiksa diri seolah diri tiada berarti,
cukup,, sudah cukup,, aku tak sanggup,
Berhentilah untuk menyendiri,,,
CWO)2
Pergilah,,, aku tidak bisa berkata apa-apa
Aku lelah,, aku tidak bisa memapah kakiku walaupun kau menopang ku dengan sekuat tenaga,
aku tidak bisa memaparkan perasaan ini,
aku tak mampu, pergilah,,, pergilah,, pergilah,,, aku tak mampu,,
CWE)
Sudahlah,, biarkan dia menyendiri dalam diri yang kita tidak bisa dapat memaksanya untuk berdiri,
Biarkanlah,, sampai dia sadar betapa kita peduli akan dirinya yang gila karna cinta yang belum ada ikatan suci,
Dengarkan lah ucapan yg ingin ku katakan saat ini,
Jadilah seseorang yg mengerti akan arti cinta yang sejati, tidak ada cinta yg baik tanpa ada ikatan suci, sungguh cinta yg abadi adalah cinta yang di baluti dengan ucapan kata saya terima nikah dan kawin nya , itulah cinta yang sesungguhnya bukan cinta yang kau renungkan atas kesakitan yang telah di berikan nya, terimakasih,, semoga kau mengerti,,
Aku pergi,,,,
CWO)1
Tunggu,, aku juga ikut pergi,,,, terimakasih,
Goresan tinta jalanan
Bekasi 24 Juni 2019
Oleh idom jalanan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar