Selasa, 15 Oktober 2024

KUCING

 Oleh sutardji Calzoum Bachri


Ngiau! Kucing dalam darah dia menderas

lewat dia mengalir ngilu ngiau dia bergegas lewat dalam aortaku dalam rimba

darahku dia besar dia bukan harimau bukan singa bukan hiena bukan leopar

dia macam kucing bukan kucing tapi kucing

ngiau dia lapar dia merambah rimba afrikaku dengan cakarnya dengan amuknya

dia meraung dia mengerang jangan beri

daging dia tak mau daging Jesus jangan

beri roti dia tak mau roti ngiau kucing meronta dalam darahku meraung

merambah barah darahku dia lapar 0 alangkah lapar ngiau berapa juta hari

dia tak makan berapa ribu waktu dia

tak kenyang berapa juta lapar lapar kucingku berapa abad dia mencari mencakar menunggu tuhan mencipta kucingku

tanpa mauku dan sekarang dia meraung

mencariMu dia lapar jangan beri daging jangan beri nasi tuhan menciptanya tanpa setahuku dan kini dia minta

tuhan sejemput saja untuk tenang sehari untuk kenyang sewaktu untuk tenang..


Memahami Puisi, 1995

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...