Senin, 24 November 2025

DI BALIK WAJAH YANG TAK LAGI WAJAH


Oleh:ZRGEMA

Di dunia ini, topeng seperti jamur setelah hujan —
melekat di wajah, menutupi nurani yang remuk pelan.
Ada senyum tak lagi berarti bahagia,
ada mata yang pura-pura teduh, padahal menyimpan dusta.

Orang-orang pandai berpura-pura suci,
menyulam kemunafikan dengan benang simpati,
menebar madu di bibir yang getir,
menyembunyikan racun di balik tutur manis dan lirih.

Setiap kata jadi cermin yang retak,
menampilkan keindahan semu di antara kebohongan pekat.
Ada hati yang berkilau hanya di lampu panggung,
namun padam saat sunyi datang mengetuk ruang jiwa.

Kebaikan kini seperti embun di ujung duri,
singkat, rapuh, dan mudah menguap di panas pagi.
Keikhlasan menjadi mata air yang mengering,
di padang sandiwara yang bernama kehidupan.

Betapa letih aku mencari wajah yang tulus,
yang tak mengenakan senyum sebagai peluru halus,
berbicara tanpa mengatur nada,
memberi tanpa menyusun rencana.


di balik debu waktu dan deru kepura-puraan,
masih ada satu hati yang berdenyut sunyi,
yang diam-diam menangis agar tetap jujur,
di tengah dunia yang mencemooh ketulusan.

6 Oktober 2025
Surabaya

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...