Minggu, 13 September 2020

APAKAH SAMPAI PADAMU BERITA TENTANG MAHANAZI? (Helvy Tiana Rosa)

Kabar apakah yang sampai padamu tentang Palestina?

Apakah sampai padamu berita

tentang  rumahrumah yang dihancurkan

tanahtanah meratap berpindah tuan,

bahkan manusia yg dibuldozer?

Apakah sampai padamu berita

tentang airmata yang tumpah

dan menjelma minuman seharihari

tentang jadwal makan yang hanya sehari sekali

atau listrik yang menyala cuma empat jam sehari?

Apakah sampai padamu

berita tentang kanakkanak yang tak lagi berbapak

tentang ibu mereka yang diperkosa atau diseret ke penjara?

Para balita yang menggenggam batu

dengan dua tangan mungil mereka

menghadang tentara zionis Israel

lalu tangan kaki mereka disayat dan dibuntungi

Apakah sampai padamu berita tentang masjidil Aqsho

 di halamannya menggenang darah

dan tubuhtubuh yang terbongkar

Peluru yang berhamburan di udara

menyanyikan lagu kematian menyayat nadi

kekejaman yang melebihi fiksi

dan semua film yang pernah kau tonton

di bioskop dan televisi

Kebiadaban yang mahanazi

Tapi orangorang di negeriku masih saja mengernyitkan kening:

“Palestina? Untuk apa memikirkan Palestina?

Persoalan di negeri sendiri menjulang!”

Mereka bersungutsungut tak suka

Membatu, tak jarang terpengaruh

menuduh pejuang kemerdekaan Palestina

yang membela tanah air mereka sendiri

sebagai teroris!

Duhai, maka kukatakan pada mereka:

Tanpa abai pada semua persoalan di negeri ini

Atas nama kemanusiaan: menyala-lah!

Kita tak bisa hanya diam

menyaksi pagelaran mahanazi

sambil mengunyah menu empat sehat lima sempurna

dan bercanda di ruang keluarga

kita tak bisa sekadar

menampung pembantaianpembantaian itu dalam batin

atau purapura tak peduli

Seorang teman Turki berkata:

mereka yang membatasi ruang kemanusiaan

dengan batasbatas negara

sesungguhnya belum mengerti makna kemanusiaan

Hai Amr Moussa tanyakan pada Liga Arab

belum tibakah masanya bagi kalian

bersatu, membuka hati, berani

berhenti mengamini nafsu Amerika

yang seharusnya kita taruh di bawah sepatu?

Hai Ban Ki Moon,

apakah Perserikatan Bangsa Bangsa itu nyata?

Sebab tak pernah kami dengar

PBB mengutuk dan memberi sanksi

pada mahanazi teroris zionis Israel

yang pongah melucuti kemanusiaan dan keberadaban

dari wajah dan hati dunia

Apakah kalian, apakah kita tak malu

Pada para syuhada flotilla, Rachel Corrie, Yoyoh Yusroh

dan George Galloway?

Karena sesungguhnya kita bisa melakukan sesuatu

menyebarkan tragedi keji ini pada hatihati yang bersih,

memberi meski sedikit apa yang kita punya

dan mendoakan Palestina

Apakah sampai padamu, berita tentang mahanazi itu?

Tentang Palestina yang bersemayam kokoh

di hati mereka yang diberi kurnia?

Seperti cinta yang tak bisa kau hapus

dari penglihatan dan ingatan,

airmata, darah, dan denyut nadi manusia

: Lawan Mahanazi

(Ba’da Subuh, Depok, 25 Juni 2011)

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...