Minggu, 13 September 2020

KOCAK


Bolehkah kami bersuara perihal keadilan ?

Biarkan kami !

Kami tidak meminta untuk dikasihani

Kami hanya ingin suara kami didengar

 

Bapak pejabat terhormat

Bumi kami sedang cemas

Bumi kami sedang sakit

Bumi kami sedang menjerit

Duka dan lara sedang merundung akibat pandemi yang menggila

Jangan kau cekik kami dengan ego kekuasaan

 

Duhai pejabat tertinggi

Apakah kau sudah lupa ?

Engkau mencoret tinta janji di atas kertas putih polos peraturan

Kau menghimpun para penghuni bumi

"Jangan berkumpul"

Hingga masjid kau biarkan kosong

Kau buat manusia lainnya tidak takut pada Tuhan

 

Dan sekarang...

Lihatlah !

Kau sedang menari-nari di atas kecemasan kami

 

Jangan porandakan kami dengan keras kepalamu

Rakyat diperkosa dengan janji-janji semu

Tidakkah malu menabur niatmu yang palsu

Kesenangan kau anggap kemenangan

Sekali rakyat melanggar kau anggap brutal

Dan kekebasannya engkau penggal

 

Ingin tertawa lepas dengan kekocakanmu

Tapi takut dianggap tidak sopan

 

Apa kau sudah puas ?

Rancangan lawakan yang sengaja dibuat

Untuk rakyat yang dipandang tak penting

Mencari hiburan ditengah kondisi yang genting

 

Jangan merancang peraturan seenak hati

Lalu rakyat kau buat seperti badut

Kami manusia,

Hidup bukan untuk ditikam aksara

Kami pun bukan anjing jalang yang harus kau rantai dengan janji semu belaka

 

Bima,02 Juni 2020

Oleh: RAF'AH

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...