Bolehkah kami bersuara perihal keadilan ?
Biarkan kami !
Kami tidak meminta untuk dikasihani
Kami hanya ingin suara kami didengar
Bapak pejabat terhormat
Bumi kami sedang cemas
Bumi kami sedang sakit
Bumi kami sedang menjerit
Duka dan lara sedang merundung akibat pandemi yang menggila
Jangan kau cekik kami dengan ego kekuasaan
Duhai pejabat tertinggi
Apakah kau sudah lupa ?
Engkau mencoret tinta janji di atas kertas putih polos peraturan
Kau menghimpun para penghuni bumi
"Jangan berkumpul"
Hingga masjid kau biarkan kosong
Kau buat manusia lainnya tidak takut pada Tuhan
Dan sekarang...
Lihatlah !
Kau sedang menari-nari di atas kecemasan kami
Jangan porandakan kami dengan keras kepalamu
Rakyat diperkosa dengan janji-janji semu
Tidakkah malu menabur niatmu yang palsu
Kesenangan kau anggap kemenangan
Sekali rakyat melanggar kau anggap brutal
Dan kekebasannya engkau penggal
Ingin tertawa lepas dengan kekocakanmu
Tapi takut dianggap tidak sopan
Apa kau sudah puas ?
Rancangan lawakan yang sengaja dibuat
Untuk rakyat yang dipandang tak penting
Mencari hiburan ditengah kondisi yang genting
Jangan merancang peraturan seenak hati
Lalu rakyat kau buat seperti badut
Kami manusia,
Hidup bukan untuk ditikam aksara
Kami pun bukan anjing jalang yang harus kau rantai dengan janji semu belaka
Bima,02 Juni 2020
Oleh: RAF'AH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar