Cewek
Kau manusia suram
Engkau bertingkah seolah-olah paling menderita
Bertutur dan bertingkah layaknya orang bodoh yang tak mengerti apa-apa
Berbanding terbalik dengan perbuatan yang kau lakukan di dunia maya
Menjadikan orang-orang yang katanya berilmu itu, tunduk, dan berduyun membelamu
Cowok
Siapa yang tau tentang hati manusia?
Kala engkau berlagak seolah-olah yang paling bodoh, padahal sejatinya engkau pandai berdusta?
Lantas orang-orang berilmu itu datang, menjadi tameng bagimu
Lewat wajah polos, yang selalu engkau gunakan
Cewek
Manusia terkadang ingin selalu terlihat bagai pahlawan
Membela satu orang dengan seribu pasukan
Lantas menggunjing seorang lainnya dengan seribu pasukan
Mereka hanya berbekal hasutan, tanpa mencari tau yang sebenarnya
(haa.. haa.. haa..)
Bangsat
Cowok
Manusia mana yang mau disalahkan, jika dirinya menganggap sudah menjadi paling benar?
Atas dasar apa dia mencari pembelaan jika gelombang kebencian semakin gencar ditebar?
Bagaimana caranya kebenaran ditegakkan
Jika dalam diri individu saja, tidak ada yang mau disalahkan
(haaa.. haa.. haa..)
Konyol
Keparat
Cewek
Manis memang kata-kata yang keluar dari bibirmu
Terkadang membuat orang terharu, dan iba
Membuat hasrat melindungimu semakin berkibar saja
Sementara dirimu akan tertawa di balik sana
Menyaksikan kebodohan mereka yang percaya akan kata-kata busukmu
(haa.. haa.. haa..)
Menjijikkan
(Cuiiihhh..)
Cowok
Apakah aku, kamu!
Apakah kami,
Apakah kita harus diam!
Atau dia,
Ya.. dia dan ribuan lawan sesuka jalang mencakar liar!
Cewek
Apakah aku, apakah kamu!
Apakah kami dan semua kita akan kalah oleh pecundang sastra yang semena-mena!
Nyata sekali munafiknya
Tajam sekali pedang dendamnya!
Cowok
Ooo, keberanian!
(haa.. haa.. haa)
Siapa yang kalian takutkan!
Cewek
Ooo, keangkuhan!
Kemana jiwa!
Di mana raibnya juang kalia!
Cowok
Ooo, penindasan!
Kalian apakan bakti nyawanya!
Cewek
Ooo, plagiat sastra..,(haa.. haa.. haa..) haduh..!
Semoga Tuhan membendung murka-Nya!
Apakah aku harus diam
Sedang dia dan mereka sama-sama liar...
Cowok
Dasar penipu!
Bagaimana perasaanmu sekarang?
Apakah sudah puas, dengan drama yang engkau lakukan?
Apakah semua kerja kerasmu berakhir sukses dan wajib menuai penghargaan?
Kalau iya, selamat!
Engkau adalah satu-satunya iblis, yang bertingkah seolah-olah dirimu adalah malaikat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar