Minggu, 13 September 2020

IBLIS BERTINGKAH MALAIKAT Kediri 04 Juli 2020 / 10:57 WIB Karya : Mata Langit


Cewek

Kau manusia suram

Engkau bertingkah seolah-olah paling menderita

Bertutur dan bertingkah layaknya orang bodoh yang tak mengerti apa-apa

Berbanding terbalik dengan perbuatan yang kau lakukan di dunia maya

Menjadikan orang-orang yang katanya berilmu itu, tunduk, dan berduyun membelamu


Cowok

Siapa yang tau tentang hati manusia?

Kala engkau berlagak seolah-olah yang paling bodoh, padahal sejatinya engkau pandai berdusta?

Lantas orang-orang berilmu itu datang, menjadi tameng bagimu

Lewat wajah polos, yang selalu engkau gunakan


Cewek

Manusia terkadang ingin selalu terlihat bagai pahlawan

Membela satu orang dengan seribu pasukan

Lantas menggunjing seorang lainnya dengan seribu pasukan

Mereka hanya berbekal hasutan, tanpa mencari tau yang sebenarnya

(haa.. haa.. haa..)

Bangsat


Cowok

Manusia mana yang mau disalahkan, jika dirinya menganggap sudah menjadi paling benar?

Atas dasar apa dia mencari pembelaan jika gelombang kebencian semakin gencar ditebar?

Bagaimana caranya kebenaran ditegakkan

Jika dalam diri individu saja, tidak ada yang mau disalahkan

(haaa.. haa.. haa..)

Konyol

Keparat


Cewek

Manis memang kata-kata yang keluar dari bibirmu

Terkadang membuat orang terharu, dan iba

Membuat hasrat melindungimu semakin berkibar saja

Sementara dirimu akan tertawa di balik sana

Menyaksikan kebodohan mereka yang percaya akan kata-kata busukmu

(haa.. haa.. haa..)

Menjijikkan

(Cuiiihhh..)

 

Cowok

Apakah aku, kamu!

Apakah kami,

Apakah kita harus diam!

Atau dia,

Ya.. dia dan ribuan lawan sesuka jalang mencakar liar!

 

Cewek

Apakah aku, apakah kamu!

Apakah kami dan semua kita akan kalah oleh pecundang sastra yang semena-mena!

Nyata sekali munafiknya

Tajam sekali pedang dendamnya!

 

Cowok

Ooo, keberanian!

(haa.. haa.. haa)

Siapa yang kalian takutkan!


Cewek

Ooo, keangkuhan!

Kemana jiwa!

Di mana raibnya juang kalia!

 

Cowok

Ooo, penindasan!

Kalian apakan bakti nyawanya!

 

Cewek

Ooo, plagiat sastra..,(haa.. haa.. haa..) haduh..!

Semoga Tuhan membendung murka-Nya!

Apakah aku harus diam

Sedang dia dan mereka sama-sama liar...

 

Cowok

Dasar penipu!

Bagaimana perasaanmu sekarang?

Apakah sudah puas, dengan drama yang engkau lakukan?

Apakah semua kerja kerasmu berakhir sukses dan wajib menuai penghargaan?

Kalau iya, selamat!

Engkau adalah satu-satunya iblis, yang bertingkah seolah-olah dirimu adalah malaikat

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...