Minggu, 13 September 2020

Memapah Hati yang Patah

Berulang kali lalu-lalang, ilalang dan kunang-kunang kenang menghalangi

Lagi dan lagi, selalu saja lagu-lagu bisa mewakili hati yang tersakiti

Seakan tahu bahwa laki-laki ini

Akan terima luka-luka dan memapah hati yang patah lagi

 

Malam ini, sendiri di sini

Sendi-sendi dipenuhi sendu-sendu duri-duri dari benci-benci

Menyiksa ruang-ruang yang meraung-raung

Teriak dikoyak-koyak sajak-sajak yang membajak tak membujuk

Terasa sakit yang tak ingin pamit!

 

Semua semu-semu bertema, bertemu, bertamu adalah kamu

Pelaku yang dengan sengaja memberikan rasa dan asa

Lalu pagi-pagi pergi tanpa hati-hati bawa hati

Sungguh, inilah perih yang paling parah untuk pulih

 

Biar saja aku menjadi pemeran tunggal yang dipenggal oleh gagal

Ditinggal dalam kesedihan tak tertanggal

Menjadi tumbal dengan hati yang tak tertambal

Disumpal oleh rapal-rapal sesal berkepal-kepal

 

Tanpa tumpuan, hampa timpa-menimpa

Rasa tak mampu tempa-menempa

Hingga sumpah serapah tak sekadar naskah

Tapi tertumpah pada langkah

Salah, kalah, menyerah, terserah

Sudah!

Aku pasrah!

Pergilah!

Biar aku memapah hati yang patah!

 

Peramu Diksi

Bone, 11 September 2019, 00:04 WITA

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...