Berulang kali lalu-lalang, ilalang dan kunang-kunang kenang menghalangi
Lagi dan lagi, selalu saja lagu-lagu bisa mewakili hati yang tersakiti
Seakan tahu bahwa laki-laki ini
Akan terima luka-luka dan memapah hati yang patah lagi
Malam ini, sendiri di sini
Sendi-sendi dipenuhi sendu-sendu duri-duri dari benci-benci
Menyiksa ruang-ruang yang meraung-raung
Teriak dikoyak-koyak sajak-sajak yang membajak tak membujuk
Terasa sakit yang tak ingin pamit!
Semua semu-semu bertema, bertemu, bertamu adalah kamu
Pelaku yang dengan sengaja memberikan rasa dan asa
Lalu pagi-pagi pergi tanpa hati-hati bawa hati
Sungguh, inilah perih yang paling parah untuk pulih
Biar saja aku menjadi pemeran tunggal yang dipenggal oleh gagal
Ditinggal dalam kesedihan tak tertanggal
Menjadi tumbal dengan hati yang tak tertambal
Disumpal oleh rapal-rapal sesal berkepal-kepal
Tanpa tumpuan, hampa timpa-menimpa
Rasa tak mampu tempa-menempa
Hingga sumpah serapah tak sekadar naskah
Tapi tertumpah pada langkah
Salah, kalah, menyerah, terserah
Sudah!
Aku pasrah!
Pergilah!
Biar aku memapah hati yang patah!
Peramu Diksi
Bone, 11 September 2019, 00:04 WITA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar