Minggu, 13 September 2020

SAJAK ORANG GILA Sapardi Djoko Damono


Aku bukan orang gila, saudara

tapi anak-anak kecil mengejek

orang-orang tertawa

ketika kukatakan kepada mereka : aku temanmu

beberapa anak berlari ketakutan

yanglain tiba melempari batu

aku menangis di bawah trembesi

di atas dahan kudengar seekor burung bernyanyi

anak-anak berkata : lucu benar orang gila itu

sehari muput menangis tersedu-sedu

orang-orang yang lewat di jalan

berkata pelan: orang itu sudah jadi gila

sebab itu terlalu berat menafsir makna dunia

sekarang kususuri saja sepanjang jalan raya

sambil bernyanyi: aku bukan orang gila

lewat pintu serta lewat jendela

nampak orang-orang menggelengkan kepala mereka:

kasihan orang yang dulu terlampau sabar itu

roda berputar, dan ia jadi begitu

kupukul tong sampah dan tiang listrik

kunyanyikan lagu-lagu tentang lapar yang menarik

kalau hari ini aku tak makan lagi

jadi genap sudah berpuasa dalam tiga hari

tapi pasar sudah sepi, sayang sekali

tak ada lagi memberikan nasi

ke mana aku mesti pergi, ke mana lagi

orang gila itu sudah lama gila, kata mereka

tapi hari ini begitu pucat nampaknya

apa kiranya yang telah terjadi padanya

akan kukatakan pada mereka: aku tidak gila!

aku orang lapar, saudara!

kudengar berkata seorang ibu:

jangan kalian ganggu orang gila itu, anakku

nanti kalian semua diburu

orang kota semua telah mengada-ada, aduhai

menuduhku seorang yang sudah gila

aku toh cuma menangis tanpa alasan

tertawa-tawa sepanjang jalan

dan lewat jendela, tergeleng kepala mereka:

kurus benar sejak ia jadi gila

 

Dari buku H.B.Jassin, Prosa dan Puisi Angkatan 66.

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...