Minggu, 13 September 2020

~terhitung mulai hari ini- Khoirul Triann, Kalianda 07-06-2020~

teruntuk aku

aku janji mulai hari ini aku akan pastikan kamu untuk tetap baik-baik saja kedepannya

maaf kemarin2 sering menyalahkanmu perihal luka

maaf kemarin2 tidak mendengarkanmu

kalau udah jatuh, bingung kan mau minta tolong sama siapa?

orang-orang juga akan menutup mata

karena selama ini aku sudah menutup telinga terlalu rapat.

dan dengan bodohnya aku bilang *"KAN AKU SAYANG SAMA DIA"*

sejahat itu ya cinta

tau begini aku gak bakal main2 sama perasaan

kalau akirnya aku sendiri yang harus susah melupakan.

dia melukis nama ku terlalu dalam

jadi luka yang dia ciptakan terlalu sakit, gabisa sembuh

 

pengen gitu rasanya mencintai seseorang yang benar2 sayang sama kita

kok susah ya nyarinya

padahal kita juga gak pernah jahat sama orang

tapi sejauh ini kenapa ya orang2 bisa tega dan jahat ke kita

aku ini kalau udah sayang, suka susah hilang dari ingatan

jadi tolong kalu mau datang jangan suka pergi dan menghilang ya

 

terhitung mulai ari ini aku ingin bahagia dulu sebentar, "BOLEH KAN?"

aku ingin melepaskan apa-apa yang sekiranya tidak terlalu penting dalam hidupku.

salah satunya kamu

tolong kalau pergi, kenangannya dibawa sekalian

karena suka ngerepotin soalnya, apalagi kalu udah rindu

padahal udah gak berhak lagi buat merindukan seseorang.

 

terhitung mulai hari ini, aku ingin membahagiakan diriku dulu

tolong jangan dirusuhin ya.

karena aku ini susa buat bahagia, butuh usaha yang keras buat menjadi seperti aku yang dulu.

aku yg bodo amatan, aku yg tidak terlalu peduli dengan hal-hal yg menyakitkan.

dan aku ingin menjadi aku yang sebenarnya, bisa kan?

tolong mulai hari ini semua kenangan dihapus aja deh

kaya nya aku uda ga butuh seseorang lagi buat baagia

karena sejauh ini udah capek bahagiain orang lain terus.

diri sendiri sampai kelupaan, padahal diri sendiri lebih butuh itu. ya, rasa sayang

ga susah kok sayang sama diri sendiri, yuk bisa yuk

 

terhitung mulai hari ini, semua senja akan menghitam dan berganti dengan malam.

aku suka malam yang dingin dan gelap

karena ditengah2nya aku bisa menangis sendirian tanpa orang lain tahu.

karena ditengah2 malam yang dingin aku bisa memeluk diriku sendiri lebih dalam dan bertanya. *"HAI AKU, SEBENARNYA KAMU MAUNYA APA SIH?"*

aku sudah benar-benar tidak butuh orang lain buat bahagia.

kasihan sama diri sendiri, selalu jadi alasan orang lain buat tersenyum.

padahal masih suka nangis sendirian dibalik hujan dan malam. egois memang

 

terhitung mulai hari ini, aku ingin tenang

tanpa bayang2 orang lain yang ga seharusnya aku bahagiakan

terhitung mulai hari ini, aku akan terbang sendirian.

karena waktu aku jatuh juga, aku jatuh sendirian

jadi untuk apa terbang berdua, apalagi bersama?

maaf sayapku tidak sekuat itu

 

~terhitung mulai hari ini- Khoirul Triann, Kalianda 07-06-2020~

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...