Kamis, 04 Februari 2021

AKU ADALAH MAYAT






(L)
Aku adalah mayat
yang terapung di sungai
di samping rumahmu

aku adalah laki laki itu 
yang kemarin berpapasan denganmu tapi tak kau hirau

aku adalah laki laki itu 
yang melompat masuk ke dalam bus kota
sesak dengan anak anak sekolah dan orang orang pergi kerja

aku adalah bau busuk di sungai
yang meresahkan cicak cicak kecil di rumahmu

aku duduk di bangku kayu warung pinggir jalan
dan memesan sepiring nasi, sepotong ikan asin,
dan sambal belacan

aku adalah laki laki itu
yang berteduh di bawah pohon di pinggir jalan waktu turun hujan
dan sebuah mercedes mencipratkan air lumpur
ke baju dan celanaku!!!

aku selalu ingin makan di restauran mewah
dengan seorang perempuan muda yang jelita
menemani di meja

aku adalah mayat membusuk yang terapung
tersangkut bambu di sungai dekat rumahmu

aku adalah laki laki itu 
yang mendayung becak penuh air laut dalam mimpiku

aku adalah laki laki itu yang berjalan terburu buru
tiap kali polisi memapasiku

aku adalah sepucuk surat yang ditunggu tunggu
tapi tak pernah muncul di kampungku

aku adalah laki laki itu yang melambaikan tangannya
dan tinggal airmata di pipi ibu tercinta

aku adalah mayat busuk tak berbaju
yang mengapung di sungai pagi itu

***
(P)
aku adalah perempuan muda tak berbaju yang
terapung di sungai di samping rumahmu

aku adalah perempuan itu yang naik bus antar provinsi
ditangisi sawah sawah tak berpadi di kampungku yang jauh

aku adalah perempuan itu yang duduk termangu
di stasiun bus kotamu sore sore mau ke mana tak tahu

aku didekati seorang laki laki yang pandai berkata kata

aku adalah perempuan itu yang cuma punya
sepuluh ribu di saku

aku adalah bau busuk yang mengganggu tidurmu
sepanjang malam itu

aku berdiri di trotoar jalan ditutupi malam
menunggumu

aku tidur sepanjang hari di kampung kumuh
dipagari hotel hotel tinggi bernama asing

aku adalah perempuan itu yang bermimpi
sambil merias diri

aku adalah bus antar provinsi penuh debu
yang tak pernah pulang kembali

***

(L&P) 
kami bertemu di atas truk polisi waktu bulan purnama gemerlapan di air sungai

(L)
aku adalah laki laki itu yang memungut puntung rokok dari dekat kakimu

(P)
aku adalah perempuan itu yang memungut pecah belah dari tong sampah depan rumahmu

(L)
aku adalah laki laki itu yang tersenyum tapi tak kau hirau!

(P)
aku adalah perempuan itu yang tersenyum tapi tak kau hirau

(L) 
kami adalah wajah wajah itu yang menatap kosong waktu rumah kami kau buldozer!

(P) 
kami adalah wajah wajah itu yang tertunduk di atas truk diangkut seperti sampah busuk!

(L)
aku adalah laki laki itu yang diusir dari kota terpisah dari istri tercintaaaa!!!

(P)
aku adalah perempuan itu yang diusir dari kota terpisah dari suami tercinta

 ***

(L)
aku adalah laki laki itu yang menyusup kembali ke kota mencari istri tercinta

(P)
aku adalah perempuan itu yang menyusup kembali ke kota mencari suami tercinta

(L)
aku adalah laki laki itu yang di pinggir jalan
berdiri termangu melihat
gedung gedung kota terbakar membara

(P)
aku adalah perempuan itu yang di pinggir jalan
berdiri termangu melihat
gedung gedung kota terbakar membara

(L)
aku adalah laki laki itu yang di pinggir jalan
berdiri termangu…

(P)
aku adalah perempuan itu yang di pinggir jalan
berdiri termangu…

(L)
kota terbakar!
(P)
kota terbakar!
(L&P)
kota terbakar! kota terbakar! 
kota terbakar! kota terbakar! 
kota terbakar! kota terbakar! 
kota terbakar! kota terbakar!

 ***

(L&P) 
kami adalah mayat membusuk yang
terapung tanpa baju di sungai
di samping rumahmu
pagi itu!

 

Auckland, Oktober 1998
(Saut Situmorang)

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...