Kamis, 04 Februari 2021

PLAGIAT ILMU SASTRA



Puisi Satire


Kediri 23 Juni 2020 / 00:21 WIB


Karya: Mata Langit

Gendang terpukul getar satire
Sebuah noda mengusik nadi
Bara emosi tak tertahan melawan
Dari puisi ini aku menantangmu 
Pengutip bajingan!
Diafragma-Mu berbau anyir 
Dikau pentingkan pujian awam
Untuk mencari pamor literasi
Tuan nyonya pengutip maya
Sungguh pribadi menaruh prihatin besar
Kebodohan kalian melebihi anak TK
Sembunyi menjiplak tanpa permisi
(haa.. haa.. ha..)
Hai plagiat hina!
Ketahuilah diri ini belajar berjuang
Bukan duduk bermental irisan tempe
Yang hanya mau menerima enak gratis.
Dikau tak lebih seorang koruptor literasi
Mencuri keringat karya dengan licik
Dan mengklaimnya sebagai karya indah-Mu
Area mainmu sungguh luas
Baik nyata maya kau sikat rata
Agar dapat kata pujian berkualitas
(haa.. haa.. haa...)
Bangsat!!!
Prestasimu hanyalah omong kosong belaka
Ilmumu sedangkal palung parit
Hanya berputar di situ tanpa berkembang
(haa.. haa.. haa..)
Menjijikkan!!! Cuiiihhh!!!
Lihatlah kicau biota terbang merana sendu
Bakatmu sangat menawan mencuri
Namun, sayang setiap mata mengawasimu
Tapi sekali lagi sabar hati masih kuat
Pahamilah puisi ini dengan baik
Seribu karya kaucuri tak mematahkan pena kertas
Perihal penyair sejati bukanlah pecundang
Ingatlah!
Jangan bersikap acuh karena tak ada teguran
Sadarlah bahwa caramu itu pengecut
Dapat pujian tapi tak intelektual
Maaf!
Satire ini bukan menganggap pribadi hebat
Hanya teguran halus bermakna ajakan
Supaya berkarya menjunjung sportif

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...