Kamis, 04 Februari 2021

KLIMAKS DOSA



( Puisi Couple )

{ 1 }
Kutulis sya'r ini..
Untuk mengenangmu di kala gerimis menari,
Dan kita berdendang sayang...
Telanjang tanpa terbalut sehelai benang

{ 2 }
Langit hitam meneteskan air matanya..
Melihat kita bergumul mesra melepas hasrat dalam desah..resah,
Anginpun memeluk tubuh yang angkuh...
Berpacu deru kenikmatan yang memburu

{ 1 }
Kaki hujan meruncing gemas..
Menusuk klimaks cinta yang kau serahkan pada nafas,
Untuk mengubur setapak perjalanan...
Dalam keresahan dan kepahitan

{ 2 }
Di tengah rintih perih dan kenikmatan...
Ter'engah sesak menyeruak dibenak,
Kudekap selaksa ratap kesakitan...

" Ya...terus sayang..
Oooooocch..!!

Lagi..

Lagi...
Yaaaaaaaaaach...
Uuuuuuuuch......!!

Jangan berhenti..
Biarkan aku nikmati malam ini...

{ 1 }
Aku tak merayu malam agar menutup wajah rembulan...
Aku juga tak ingin mentari terbangun membangkitkan terik siang,
Biarlah waktu berlalu dalam genggam kesombongan kelam...
sebelum rintih birahi kita tumpah di altar kehinaan

{ 2 }
Engkau tahu...
Jika surga adalah kekekalan, Hidup di atas segala kehidupan...
Disana tak ada cinta,
Disana tak mengenal rasa.. Disana ada kata tanpa suara,

Dan disana hanya terhampar padang fatamorgana...
Yang menjanjikan kepalsuan

" Inilah Syurga yang nyata sayang.....!!!

Asmara adalah segumpal rasa yang lahir dari rahim ka'Sunyataan..

Ia terlahir dari penyatuan dua jiwa yang dahaga,
Mencari tempat persinggahan untuk saling genggam..

Memeluk..

Membelai..

Menggapai..

Puncak tertinggi dari kenikmatan,
Disaksikan malaikat langit... Direstui dan dicatat dalam buku hitam

{ 1 }
Dan kesedihan harusnya sekedar pupur..
Kekuatan dari ujung penantian lelah,
Aku masih terkenang pada sekuntum bunga di ujung malam,
Ketika nafasku dan nafasmu saling bersahutan...
Melepas beban yang bergumul difikiran

{ 2 }
Rasa pun tumpah dalam kehangatan...
Dibuai gelombang tanpa pegangan,
Engkau melepas senyum dalam kelelahan...
Dan akupun meregang dipuncak keindahan

{ 1 }
Rembulan mulai memucat di kaki langit...
Merona dalam kecemburuan,
Bintang merajuk pada gemintang...
Hingga dinding benteng surgamu pun runtuh

Tak mampu menghalau malaikat yang berontak...
Mengejar dewi kejalangan,
Engkau hadir menjamah jiwa yang dibekap pekat dosa kepedihan..
Kita jamah keremangan malam dalam bayang-bayang Setan

{ 2 }
Kau hadirkan bianglala...
Lalu kudekap jiwamu penuh kemesraan,
Bagai mendekap hidup dan matiku..
Agar sang juru pati enggan bertandang

" Kuseru engkau dalam nafasku..

Usah bertanya pada malam.. Untuk apa kita saling menggenggam tangan,
Tak perlu pula berkata cinta...
Karena sejatinya asmara adalah hegemoni darah kita,
Mengalir bersama angin...
Diselembar rambut dibelah peretas alam,
Lalu aku dan kau tenggelam dalam kelam..

{ 1 }
Wahai..sang Dewa-Dewi..!!

" Akulah sang Kumbang Jalang...
Bersama wanitaku yang kesepian,
Biarkan kedekap dia dalam bara yang menyala..

Aku tak perduli Neraka yang menanti...
Aku tak perduli apa sumpah kutuk yang menggerutuk,
Karna Surga Dunia ada digenggaman..."

Goresan Tinta Dosa
Padang 31 Mei 2019
By :
Lintang Bumi

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...