Karya yuli atilam saani
Dakuti dukati titian penyaringan darah terpantul dari kesepian mencintai penderitaan kekosongan meneteskan nadir lendir berkabar terbakar
Dakuti kumayang lonceng yang kau pasang telah bungkam, lafas nafas kitab kegelapan memakan hati jadi mati
Hai mata angin tetesan air mata tujuh pusatan bersandinglah dalam ritual ingatan luka luka dukati harapan kau hidangkan untuk pengenalan siksaan baru Besorak serak di ucapkan kelenyapan
Oh kumayang penghuni ruang dewa
Pembawa cerita kehancuran titik bayangan
Bersama kebisuan mantra-mantra dinding goa, roh terseret lingkaran cinta menciumi anyir sesuatu dalam tetes tidurmu
Bebaslah dalam rangka ringkih rintih runtuh lembab jemari dukati menyekat
Kau ada dalam sungai darah darah yang ku hisap menuju kehati kau paksa arus menepi
Enyahlah kau ku lepas dalam titisan tetesan tetatititetetatite tusukan ini untuk ragaku anyir akan berpulang pada ritual darah pada siksaan ingatan pada kehancuran dakuti dukati kutukan kegelapan dibpersendian kumayang ciptakan
Sudut goa 30 09 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar