Kamis, 04 Februari 2021

Ritual Pembakaran Kumayang




Karya yuli atilam saani

Dakuti dukati titian penyaringan darah terpantul dari kesepian mencintai penderitaan kekosongan meneteskan nadir lendir berkabar terbakar

Dakuti kumayang lonceng yang kau pasang telah bungkam, lafas nafas kitab kegelapan memakan hati jadi mati

Hai mata angin tetesan air mata tujuh pusatan bersandinglah dalam ritual ingatan luka luka dukati harapan kau hidangkan untuk pengenalan siksaan baru Besorak serak di ucapkan kelenyapan

Oh kumayang penghuni ruang dewa
Pembawa cerita kehancuran titik bayangan
Bersama kebisuan mantra-mantra dinding goa, roh terseret lingkaran cinta menciumi anyir sesuatu dalam tetes tidurmu

Bebaslah dalam rangka ringkih rintih runtuh lembab jemari dukati menyekat

Kau ada dalam sungai darah darah yang ku hisap menuju kehati kau paksa arus menepi 
Enyahlah kau ku lepas dalam titisan tetesan tetatititetetatite tusukan ini untuk ragaku anyir akan berpulang pada ritual darah pada siksaan ingatan pada kehancuran dakuti dukati kutukan kegelapan dibpersendian kumayang ciptakan

Sudut goa 30 09 2019

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...