KEDIRI Kamis 18 Juni 2020 / 18:21 WIB
Karya: Mata Langit
Gubuk tua di tengah desa pemukiman, jejak asap dari wewangian yang asing dicium indra.
Menggunakan sarat mistis memohon kepada jin, dedemit dan iblis.
Jiwa kosong nyanyian jiwa merana.
Berharap temu datang menghampirinya.
Sarat sesaji di suguhkan.
Memetik aroma jantungku, gantung menghiasi purnama yang menggunting perut asa sesama.
Ngeri langit bangkitkan kita untuk saling menutup mata.
Senandung malam sunyi lirih seram.
Memegang dua buah pensil yang diikat benang perekat sukma sedemikian rupa.
Di atasnya batok kelapa kecil seolah menjelma kepala.
Di lantai telah disediakan setumpuk kertas putih polos,
bertuliskan iya dan tidak di sisi yang berseberangan.
Berlantun mantra penghunus jiwa
Bersama merapalkan mantra
Liar kobar mantra pembakar hati sukar
“Jailangkung. Jailangkung. Di sini ada pesta. Pestanya kecil-kecilan. Datang tak dijemput, pulang tak diantar,”.
Hirup kemenyan jin-jin penggoda
Nikmati dan ingat satu nama
Tak ada yang terjadi. Tangan-tangan kecil masih memegangi pensil dengan kuat.
Sekali lagi mengulangi mantra untuk memanggil jailangkung.
"Sluku-sluku bathok, bathok’e ela-elo Si romo menyang solo,
oleh-oleh’e payung muntho Mak jenthit lo-lo lobah, wong mati ora obah Yen obah medheni bocah Jaelangkung jaelengsat jaelangkung jaelengsat disini ada pesta, pestanya kecil-kecilan datang tak dijemput, pulang tak diantar
Jaelangkung jaelengsat jaelangkung jaelengsat disini ada pesta, pestanya kecil-kecilan datang tak dijemput, pulang tak diantar"
Terngiang-ngianglah, genggam boneka kayu ...
Tercengkram dalam sangkar mistis
Rapalan pemanggilan di lantunkan bersama
Mati layu jika engkau menghianati aji sona netra terpejam atma bungkam diam
Pasukan halus mengerjakan tugas
Manusia, manusia,
kami terima undangannya
Kami kan datang,
tetaplah kalian di sana
Janganlah kalian ketakutan
Jangan pula kalian berteriak apalagi lelarian
Sungguh itu tidak sopan
Kami datang hanya tuk penuhi undangan
Maka marilah kita berpesta,
ajal datang sebagai kawan
Mari mari kita meriahkan pesta,
dengan darah yang berleleran
Rayakan, rayakan,
kematian jangan dilewatkan
Manusia, manusia,
di sana ada pesta
Kita tak dijemput,
pulang bertambah kawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar