Kamis, 04 Februari 2021

RAYUAN KIDUNG WAHYU KOLOSEBO





KEDIRI 16 Juni 2020 / 22:50 WIB

Oleh : Mata Langit



Malam yang sepi menyiksa batin dikala sendiri, hanya di temani lilin kecil
Mendengar tangisan membuat hati gelisah dan disaat hati ini sendiri dalam jiwa
Langit gelap tanpa sinar bulan dan tanpa bintang
Malam yang dingin
Menusuk jiwa yang rapuh
Dalam kemelut jiwa tanpa iman
Datanglah kemari
(hihihi... hihihi... ha ha ha...)
Kami siap menanti
Ada juru maut berkapak besi
Bocah botak bermata hitam
Atau
Kau ingin bertemu banaspati? 
Datanglah kemari
Dengan gagah sendirian
Tepat tengah malam
Kami akan menyambutmu dengan cara khas kami
Sapaan dari pintu berdecit
Gombalan mesra dari kuntilanak
Atau mungkin, kau merasa lelah? Pocong cantik siap menemani lelap tidurmu
Jika kau bosan
Kami siap menghiburmu
Menarik sukmamu ketika sepi
Membawamu melihat kenangan - kenangan indah
Ketika si manis bunuh diri
Indah, bukan?
(ha... ha... ha...)
Melihat gadis putus cinta
Melompat dari lantai atas? 
Kami berebut menjilati darahnya
Sungguh manis dan lezat
(eerrrsssssttt..... aahhh...)
Datanglah wahai ksatria pencari maut
Kami menunggumu
Dari dalam peti kematian! 
Kita akan berpesta tumbal baru
"Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro
Kelawan mekak howo, howo kang dur angkoro
Senajan setan gentayangan tansah gawe rubedo
Hinggo pupusing jaman
Hameteg ingsun nyirep geni wiso murko
Maper hardaning ponco saben ulesing netro
Linambaran sih kawelasan Ingkang Paring Kamulyan
Sang Hyang Jati Pangeran
Jiwanggo kalbu samudro pepuntoning laku
Tumuju dhateng Gusti Zat Kang Amurbo Dumadi
Manunggaling kawulo Gusti krenteg ati bakal dumadi
Mukti ingsun tanpo piranti"
Mengapa, belum datang? 
Apa kau minta dijemput si kurus jailangkung? 
Atau
Kau ingin digendong genderuwo? 
Katakan saja, jangan malu! 
Asal kau ingin berkunjung ke rumah kami
Kami siap menjemput
Tapi, kami tak menjamin kau bisa pulang dalam keadaan hidup
(hiii... hiii... hiii... ha... ha...)
Ayolah sayang
Jin penunggu tanah mengajakmu berkencan
Kau akan disuguhi segelas darah perawan
Salam sayang dari kami
Penunggu rumah angker
Kami selalu menunggumu
Hei!  Kami telah sampai rumahmu
Kami menjemputmu
Buka jendela sekarang!

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...