Kamis, 04 Februari 2021

PESAN DALAM DIAM



Puisi Satire

Kediri 04 Juli 2020 / 17:46 WIB

Karya: Mata Langit



Lupakah kalian kata pepatah lama?

Jika tak bisa bertutur yang baik, sebaiknya diamlah saja

Atau malah baru kali ini kalian mendengarnya?

Lalu tahukah kau perihal akhlak dan darma?

Kalau kukatai kau manusia perusuh nan durjana

Pastilah seketika kau ingin menghantamku dengan murka

Tapi memangnya sebutan apalagi yang pantas untuk orang yang begitu tega

Menghasut teman sendiri di saat sedang dilanda prahara?

(haa.. haa.. haa..)

Bangsat!

Jangan memperkeruh suasana dengan menyebar berita mengada-ada 

Informasi palsu

Kabar angin yang kian memancing huru-hara

Hanya menambah kepanikan dunia halu

Memangnya dari kekacauan itu kalian berharap akan mendapat apa?

(haa.. haa.. haa..)

Konyol!

Bagimu aku adalah diam

Terasa hampa tanpa kata yang tak bersahaja

Membungkam senyumku menyerupai mulut-mulut amat kejam

Tidak!

Bibir-bibir cerita meludahi dirimu tapi kau nikmati

Menyekap jutawan kata kotor di setiap larik katamu

Bahwa bibirmu masih hangat dengan cerita yang tak berbobot

Jangankan menarik, penting pun tidak

Bedebah!

Itulah rasa dan kelemahanmu

Pandai saja berisik tuk memanggil pesan nada tinggi

Hingga aku berkorban tuk mendengarkan

Perihal pesan-pesan yang kau lomtarkan

Anjing!

Air ludahmu tak semanis buah manggis

Dan katamu tak sepandai akalmu

Kalau kau melakukannya hanya untuk hiburan belaka

Tolong, belajarlah untuk memiliki selera humor yang normal saja

Atau kau bermimpi itu bakal mendatangkan kekuasaan dan pujian?

Heleh.. cuiihh..

Jika mahir kalian merangkai kata, tuliskanlah pesan-pesan yang membangun jiwa, bukannya membodohi sesama

Bila terluang waktumu hingga berkhayal, pergilah saja

Kau memang tiada guna!

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...