Kamis, 04 Februari 2021

BAIT-BAIT PEMBANGKANGAN





Kediri 23 Juli 2020 / 17:36 WIB

Oleh: Mata Lamgit



Dari dinding-dinding puisi sampah

Tercipta daur ulang serat-serat asa

Yang menampar keras relung nadi

Bahwasanya jangan mengibarkan bendera putih

Dalam realita bait-bait pembangkangan

Kini saatnya bangkit siapkan amunisi 

Pasang siaga mata-mata batin

Untuk bersuara lantang pada solidaritas

Di mana penghuninya tidur dalam selimut kemunafikan

Hei engkau penjahat diksi

Jangan lupa bangun menghitung dosa

Terkait sisi khianatmu yang mengembang

Pada mulut manismu gula-gula kopi

Yang menjadi ampas ketika di puji

Haa.. haa.. haa..

Terkutuk..

Hei penghuni durjana

Jangan lupa cuci otak nuranimu

Terkait tidurmu yang menghitung pujian

Perancang ayat-ayat penganut setan

Yang sigap mengamputasi kaki-kaki sesama

Hei plagiator

Jangan lupa kode coretan

Agar kau tak tersesat

Menulis narasi pencitraan dan narasi realita

Hei komunitas tak berfaedah

Jangan lupa membaca tulisan

Agar kau tetap kokoh dalam bersuara

Dan tidak menjadi kader pengecut

Dalam menghadapi senioritas yang lupa diri

Dan kini puisi-puisi pembangkangan tetap abadi

Yang takkan bersembunyi dari permusuhan

Sebelum kata menang itu ada

Dalam rumah tinta kertas pembangkang



Rumah Tinta Pemulung Kertas

Taman Puisi Nusantara

Kediri

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...