Selenting tuding digiring melengking mengingking lalu mengerling seperti anjing bermata juling.
Taring meruncing menggunting sumbang sumbing dibatas dinding menguping dalam hening
Seperti singa bertopeng kambing!!
Hahaa..haaa…!!!
Kata kita kaku bisa bisu..
Sedih perih iba terasa kala melihat luka menganga didada mereka..
Tapi dibalik tengik melirik pekik MUNAFIK tergelitik tawa dan bahagia…
Ha..haa..haaa..haaaa..!!!!
Luntang-lantung lantang melintang tak tanggung-tanggung giling menggulung dengan dada membusung sebesar gunung.
Injak sepak depak yang tampak..
Sesak menyeruak membidik bidak budak dengan tamak dan congkak….
Bunga cantik dipetik pekik mengusik selangkang yang menantang diranjang usang…
Desah peluh lusuh melenguh kelangit ketujuh..
Tak mampu digertak seribu kutuk dalam jeritan sesak dibenak.
Sumpah serapah meruah resah bersama darah perawan yang menjadi nanah..lalu terbuang bagai sampah…
Tangis meringis miris tak digubris.
Malah mengiris sadis bengis menjilati najis hingga habis…
Kenapa diam……..?
Ayo tertawa……
Bukankah suatu kesenangan dijwa kala melihat dan mendengar derita sesama..
Kenapa diam….??
Mengapa bungkam…
Apakah kata-kataku menikam..?
Bukan…..!!
Bukan kata-kataku yang tajam..merajam…
Tapi hati kalian yang hitam tertusuk membusuk dirasuk iri dan dengki..
Merasa kuat..hebat..
Pintar..memutar fakta.
Mencemooh..menganggap orang lain rendah dan bodoh.
Cuiih……!!! ( meludah )
Ha..haa…haaa..
Sajak Sumbang yang belum usai..buat kalian para PECUNDANG….
Pekanbaru.
21 September 2019.
PECUNDANG DIKSI. ( R Chaniago )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar