Selamat pagi untuk mu yang menikmati hangatnya mentari
Selamat siang untuk kau yang menahan panas terik di hari ini
Dan selamat malam untuk anda yang sedang duduk santai mendengar saya sedang berceloteh dengan gemulai
La la la la
Kembali denganku badut pementasan yang sering jadi kacung untuk acara kesenian
Lagi-lagi seorang sepertiku di usik dengan kata sedikit berisik dan tidak mendidik
Samar-samar samara,-
Ups salah
Biar ku ulang
Samar-samar telinga mendengar ada lagi seorang yang mengaku mentor namun permainannya sangat kotor
Menjatuhkan kawan sesama penggiat literasi dengan kata plagiat yang basi
Dengan tak tau malu dia sedang membidik perempuan yang dalam penjagaan
Waghei boleh kah saya menyampaikan sesuatu
Saya memang tak begitu mengerti literasi itu seperti apa ?!
Apalagi puisi yang dimana kau berkata puisiku tak memiliki estetika dan esensi
Tuan ,kuingat kan
tulisan itu hanya sekedar coretan yang di buat asal-asalan
namun itu adalah kenyataan Tuan
bila itu tidak ada esetetika,kenapa tempo hari kau mengemis memintanya
Dan jika esensi di coretan itu tidak terlampir,kenapa kau kocar-kacir ketika banyak yang berbicara ini puisi satire
Tuan, apakah engkau sedang tersindir oleh mulut nyinyir dari badut yang pernah kau bilang kafir
Dengan alas yang tak begitu cerdas kau berbicara batas akan apa itu asas
Sedang kata batas tidak ada dalam pengajaran puisi yang harus dibaca ataupun di tulis
Sedikit bengis kau berbicara di hadapan ku agar terlihat sadis tapi sangat menjijikan layaknya kudis
Kau tampar aku dengan kata kotor
Ku ingatkan seorang mentor dimanapun tak akan membaptis murid nya untuk jadi apatis
Alih-alih ruangan di kunci agar lebih bisa berkonsentrasi
Kenyataannya itu terjadi kepada betina yang sedang kau incar dengan hati
Aku sudah pernah mengatakan padamu bila kau tak suka pada tulisanku
Tak perlu kau baca tak perlu kau dengar
paling tidak balas saja tulisan nyinyir ini dengan diksimu yang katanya seorang guru
Jangan ajari orang perihal literasi lagi bila kau masih menggunakan etika masturbasi
Kalau masih tidak terima kemari
Aku sengaja menantang karna niatan awal yang sekedar mengingatkan malah jadi bahan gunjingan
Tuan, kutunggu diksi mu berikutnya di narasi introspeksi
yang isinya hanya mengagungkan persekusi
Chaplin
Surabaya 27 September 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar