Rabu, 05 Mei 2021

Badut pentas



Selamat pagi untuk mu yang menikmati hangatnya mentari 
Selamat siang untuk kau yang menahan panas terik di hari ini 
Dan selamat malam untuk anda yang sedang duduk santai mendengar saya sedang berceloteh dengan gemulai 

La la la la
Kembali denganku badut pementasan yang sering jadi kacung untuk acara kesenian 
Lagi-lagi seorang sepertiku di usik dengan kata sedikit berisik dan tidak mendidik 
Samar-samar samara,-
Ups salah 
Biar ku ulang 
Samar-samar telinga mendengar ada lagi seorang yang mengaku mentor namun permainannya sangat kotor 
Menjatuhkan kawan sesama penggiat literasi dengan kata plagiat yang basi 

Dengan tak tau malu dia sedang membidik perempuan yang dalam penjagaan 

Waghei boleh kah saya menyampaikan sesuatu 
Saya memang tak begitu mengerti literasi itu seperti apa ?!
Apalagi puisi yang dimana kau berkata puisiku tak memiliki estetika dan esensi 

Tuan ,kuingat kan 
tulisan itu hanya sekedar coretan yang di buat asal-asalan
namun itu adalah kenyataan Tuan
bila itu tidak ada esetetika,kenapa tempo hari kau mengemis memintanya 
Dan jika esensi di coretan itu tidak terlampir,kenapa kau kocar-kacir ketika banyak yang berbicara ini puisi satire

Tuan, apakah engkau sedang tersindir oleh mulut nyinyir dari badut yang pernah kau bilang kafir 

Dengan alas yang tak begitu cerdas kau berbicara batas akan apa itu asas 
Sedang kata batas tidak ada dalam pengajaran puisi yang harus dibaca ataupun di tulis 

Sedikit bengis kau berbicara di hadapan ku agar terlihat sadis tapi sangat menjijikan layaknya kudis 
Kau tampar aku dengan kata kotor

Ku ingatkan seorang mentor dimanapun tak akan membaptis murid nya untuk jadi apatis 
Alih-alih ruangan di kunci agar lebih bisa berkonsentrasi 
Kenyataannya itu terjadi kepada betina yang sedang kau incar dengan hati 

Aku sudah pernah mengatakan padamu bila kau tak suka pada tulisanku 
Tak perlu kau baca tak perlu kau dengar 
paling tidak balas saja tulisan nyinyir ini dengan diksimu yang katanya seorang guru 

Jangan ajari orang perihal literasi lagi bila kau masih menggunakan etika masturbasi

Kalau masih tidak terima kemari 
Aku sengaja menantang karna niatan awal yang sekedar mengingatkan malah jadi bahan gunjingan 

Tuan, kutunggu diksi mu berikutnya di narasi introspeksi 
yang isinya hanya mengagungkan persekusi

Chaplin
Surabaya 27 September 2020

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...