Kediri: 01 Juli 2020 / 21:11 WIB
Karya: Mata Langit
Jangan pernah tanyakan jenis kelamin saya!
Saya adalah
kepala,
mata,
lidah,
suara,
hati,
nadi,
darah, dan kaki.
Sebab saya adalah satu tubuh yang menyatu
Menengok isi kepala dengan keseimbangan jiwa-raga
Mata... terbuka hingga merata bersama kebaikan, melihat secara utuh dan menyeluruh
Lidah... mengecap segala rasa yang telah ada, tata gerak ucapan disandingkan untuk menyapa
Suara dari laki-laki saat menorehkan warna zaman yang binal
Kau ingat!
(haa.. haa.. haa..)
Hati... yang berbicara pada keadilan, menangkap segala paham yang bengkok untuk tindak-tanduk yang berwarna salah dan benar
Nadi... mengantongi segala belati di hati, baik buruk kepada rasa percaya yang masih menukar rupa
Darah... mengalir ke seluruh tubuh hingga tak kuasa menahan segala dosa yang jatuh di atas zikir doa-doa
Kaki...yang tak beralaskan setia menggontai langah menuju ruang zaman yang riuh
Aku adalah laki-laki yang membesarkan hati, bukan belati
Kau paham dengan semua ini,
Bedebah... cuiiihh...
Aku lelaki, hidup setubuh hingga semati
Kepada tubuh yang sehat merawat ingatan!
Membesarkan luka-luka untuk giat melawan lupa!
PESAN DALAM DIAM
Puisi Satire
Kediri 04 Juli 2020 / 17:46 WIB
Karya: Mata Langit
Lupakah kalian kata pepatah lama?
Jika tak bisa bertutur yang baik, sebaiknya diamlah saja
Atau malah baru kali ini kalian mendengarnya?
Lalu tahukah kau perihal akhlak dan darma?
Kalau kukatai kau manusia perusuh nan durjana
Pastilah seketika kau ingin menghantamku dengan murka
Tapi memangnya sebutan apalagi yang pantas untuk orang yang begitu tega
Menghasut teman sendiri di saat sedang dilanda prahara?
(haa.. haa.. haa..)
Bangsat!
Jangan memperkeruh suasana dengan menyebar berita mengada-ada
Informasi palsu
Kabar angin yang kian memancing huru-hara
Hanya menambah kepanikan dunia halu
Memangnya dari kekacauan itu kalian berharap akan mendapat apa?
(haa.. haa.. haa..)
Konyol!
Bagimu aku adalah diam
Terasa hampa tanpa kata yang tak bersahaja
Membungkam senyumku menyerupai mulut-mulut amat kejam
Tidak!
Bibir-bibir cerita meludahi dirimu tapi kau nikmati
Menyekap jutawan kata kotor di setiap larik katamu
Bahwa bibirmu masih hangat dengan cerita yang tak berbobot
Jangankan menarik, penting pun tidak
Bedebah!
Itulah rasa dan kelemahanmu
Pandai saja berisik tuk memanggil pesan nada tinggi
Hingga aku berkorban tuk mendengarkan
Perihal pesan-pesan yang kau lomtarkan
Anjing!
Air ludahmu tak semanis buah manggis
Dan katamu tak sepandai akalmu
Kalau kau melakukannya hanya untuk hiburan belaka
Tolong, belajarlah untuk memiliki selera humor yang normal saja
Atau kau bermimpi itu bakal mendatangkan kekuasaan dan pujian?
Heleh.. cuiihh..
Jika mahir kalian merangkai kata, tuliskanlah pesan-pesan yang membangun jiwa, bukannya membodohi sesama
Bila terluang waktumu hingga berkhayal, pergilah saja
Kau memang tiada guna!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar