Rabu, 05 Mei 2021

Pelacur diksi



Pelacur-pelacur diksi 
Katanya anak puisi 
Bermain diksi dari imajinasi 
Berbentuk sebuah elegi mengetuk hati seakan isi cerita sendiri

Pelacur-pelacur diksi 
Katanya tahu seni 
Punya banyak karya yang disegani 
Tapi tak bisa menghargai 

Pelacur-pelacur diksi 
Beraktifvitas cari eksistensi
Menjual karya demi konstribusi 
Demi bayaran yang sangat tinggi 

Pelacur-pelacur diksi
Katanya pandai berimaji
Tapi karya orang di anggap punya sendiri

Pelacur-pelacur diksi
Indah suara menggetarkan hati
Namun kenyataanya hanya mencari pujian dan sensasi 


Pelacur-pelacur diksi
Katanya dunia seni, dunia berimaji
Paham puisi sana sini
Tapi, nyatanya demi sensasi kau gadaikan harga diri.

Pelacur- pelacur diksi
kau hanyalah seekor anjing, menjilat untuk terlihat ,lalu kemudian menggonggong agar di 
tolong lalu uduk di atas sebagai raja yang memelas 

Pelacur pelacur diksi
kemarilah,mari kita diskusi tentang AKSARA yang merintih di atas pusara karna ulahmu
Yang memalukan

Pelacur-pelacur diksi
Penjilat seperti mu tak akan paham menghargai sebuah seni, kau lebih senang duduk di atas pelantaran megah nan indah bermain di antara sandiwara kemunafikan

Pelacur-pelacur diksi
bungkam aku jika kau bisa..
badut tetaplah badut menipu pandai bersilat lidah
hahahaha

Pelacur-pelacur diksi 
Kau hamili lalu lahir anak puisi

" _akukan anak puisi banget_
_Kalo mau denger aku baca puisi_
_Jangan lupa kasih kontribusi_"

Pelacur-pelacur diksi
Baca elegi seperti sedang menari diatas ranjang
Mengerang keenakan santapan malam 
Oh nikmat sekali, menyentuh hati 
Sampai bulu-bulu ikut berdiri 

Pelacur-pelacur diksi 
Pepet sana-sini tawarkan diri lalu menggurui 
Katanya beljar puisi,nyatanya diajak menari meningkatkan birahi


Pelacur pelacur diksi
Kau bilang, kau ahli dalam puisi, 
Baca puisi, berkali kali
Pindah sana sini demi materi
Namun nyatanya kau bagaikan anjing yang lupa diri.



Puisi ini terinspirasi dari puisi ws rendra pelacur-pelacur kota jakarta 

Satu literasi 
Ditulis rampak
Mayang koro
Dewi 
Aksaraluka 
Penahitam 

@Bikangkaiaksara

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...