Pelacur-pelacur diksi
Katanya anak puisi
Bermain diksi dari imajinasi
Berbentuk sebuah elegi mengetuk hati seakan isi cerita sendiri
Pelacur-pelacur diksi
Katanya tahu seni
Punya banyak karya yang disegani
Tapi tak bisa menghargai
Pelacur-pelacur diksi
Beraktifvitas cari eksistensi
Menjual karya demi konstribusi
Demi bayaran yang sangat tinggi
Pelacur-pelacur diksi
Katanya pandai berimaji
Tapi karya orang di anggap punya sendiri
Pelacur-pelacur diksi
Indah suara menggetarkan hati
Namun kenyataanya hanya mencari pujian dan sensasi
Pelacur-pelacur diksi
Katanya dunia seni, dunia berimaji
Paham puisi sana sini
Tapi, nyatanya demi sensasi kau gadaikan harga diri.
Pelacur- pelacur diksi
kau hanyalah seekor anjing, menjilat untuk terlihat ,lalu kemudian menggonggong agar di
tolong lalu uduk di atas sebagai raja yang memelas
Pelacur pelacur diksi
kemarilah,mari kita diskusi tentang AKSARA yang merintih di atas pusara karna ulahmu
Yang memalukan
Pelacur-pelacur diksi
Penjilat seperti mu tak akan paham menghargai sebuah seni, kau lebih senang duduk di atas pelantaran megah nan indah bermain di antara sandiwara kemunafikan
Pelacur-pelacur diksi
bungkam aku jika kau bisa..
badut tetaplah badut menipu pandai bersilat lidah
hahahaha
Pelacur-pelacur diksi
Kau hamili lalu lahir anak puisi
" _akukan anak puisi banget_
_Kalo mau denger aku baca puisi_
_Jangan lupa kasih kontribusi_"
Pelacur-pelacur diksi
Baca elegi seperti sedang menari diatas ranjang
Mengerang keenakan santapan malam
Oh nikmat sekali, menyentuh hati
Sampai bulu-bulu ikut berdiri
Pelacur-pelacur diksi
Pepet sana-sini tawarkan diri lalu menggurui
Katanya beljar puisi,nyatanya diajak menari meningkatkan birahi
Pelacur pelacur diksi
Kau bilang, kau ahli dalam puisi,
Baca puisi, berkali kali
Pindah sana sini demi materi
Namun nyatanya kau bagaikan anjing yang lupa diri.
Puisi ini terinspirasi dari puisi ws rendra pelacur-pelacur kota jakarta
Satu literasi
Ditulis rampak
Mayang koro
Dewi
Aksaraluka
Penahitam
@Bikangkaiaksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar