Oleh: Mata Langit
Aku menyadari munafik melilit erat pribadi
Menikmati pemandangan hina nan terlihat
Hingga terundang birahi menjalar ramai
Memaksa nyali menerkam area keramat
Goresan ini tak berniat mencela atau memaki
Lantaran aku mempunyai seorang wanita nan kujunjung
Namun sekali lagi nalarmu telah sekarat
Karena dengan santai kau memamerkan sisi binal nan jalang
Hai jelita berparas sempurna
Mungkin kau anggap itu keanggunan
Tapi kau tak menyadari misteri kelopak nan memandang
Harap menyantap gratis, segala sudut kemolekan rupamu nan aduhai
Sadarlah!
Aku pria yang menghormatimu
Namun bisa menjadi pembunuh berdarah
Menerima undangan birahi nan kautawarkan
Silahkan!
Mengataiku hidung belang nan jijik
Tapi coba kautanyakan paha dan pusarmu nan terpampang
Yang menyiksa mata dan pikiranku tanpa lelah
Hai gadis belia
Teguran ini tetap bertamu menyapa pribadimu
Karena aku tak ingin dirimu terkoyak raungan srigala penyamun
Dan meninggalkanmu sebagai debu berbau petaka tajam
Jangan anggap ini pelecehan
Lantaran ini simpati berilham sadar
Yang berusaha membentukmu tetap utuh
Solehah dalam bahtera rumah tangga, dan benih nan akan kaupelihara
Kediri, 16 November 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar