Senin, 06 Desember 2021

MENARUH HATI TANPA KATA


Oleh: Mata Langit

/1/

Bersama langit
Yang menemani purnama
Tutur batin
Merancu dalam 
Bunyi debar intuisi

Kedip bintang angkasa
Pun mulai jenuh
Mendengar keluh
Dari bibir 
Yang tak punya keberanian
Merapal kejujuran

Ya

Detik malam yang berbunyi
Masih sama
Merajut butir frasa
Dengan gejolak
Mencintai tanpa kata

/2/

Mungkin ini semua salahku
Yang tak mampu
Menahan rasa 
Lebih dari terpukau
Kala
Pertama jumpa
Di saat senja
Menyelinap masuk
Ke etalase bumi

Ya

Melihatmu
Kali pertama
Adalah sesuatu
Yang membuatku
Terus memuji
Baiknya Tuhan menciptakanmu
Di atas cakrawala fana ini

Perihal
Saat itu
Kau satu-satunya orang
Yang tulus mengulurkan
Salam kenal 
Pada ku
Yang dipandang hina
Oleh derap lalu-lalang manusia

Ya

Sejak itu 
Entah gerangan apa yang merasuki
Kau selalu terbawa
Dalam pikiran ku
Tanpa mengenal siang dan malam

Sampai akhirnya
Muncul rasa
Yang kini memancung ku
Perlahan

Yaitu
Aku sangat mencintaimu
Serta ingin memiliki mu
Bukan hanya di dunia
Tapi juga sampai akhirat

/3/

Tak terasa
Waktu terus bergulir
Menggantikan malam demi malam

Dan tak sengaja
Hati ini kembali
Menengok pada sebuah masa
Di mana aku sempat berniat
Mengungkapkan nurani
Yang bertumpang-tindih
Pada mu

Ya

Waktu itu
Ada sebuah kenekatan
Memberitahukan mu
Tentang segala
Yang membebani raga

Namun
Semuanya sirna
Di saat ku tahu
Kau telah ada yang punya

Ha

Jujur
Ingin rasanya
Aku mati 
Menerima kenyataan
Yang sungguh terasa getir

Ingin ku 
Meminta pada Tuhan
Melenyapkan orang
Yang sekarang kau panggil sayang

Tapi
Sekali lagi ku tahu
Itu adalah perbuatan yang bodoh

Jadi
Ku mohon
Lewat jemari yang mewarnai tinta
Janganlah terlalu baik padaku
Agar ku mudah menghilangkan rasa ini
Sampai menyentuh titik habis

Dan semoga kau mengerti
Akan kata hati ini

Bukan karena aku
Tak menghargai simpati darimu
Tapi sungguh
Aku sudah tak ingin lagi
Mendekam pada rasa
Sebatas teman

Kediri, 2 Februari 2021

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...