Sabtu, 29 Oktober 2022

Antara Basmallah(ku) dan Fatihah(mu)



Di ujung Mim basmalah sirku
Nun fatihahmu menutup dalam gurur ucapmu
Kau adalah hidayatul fitrah, dari rahmaniyah Tuhan yang berwujud dalam setiap harokah kalbu. 

Lalu, mencintaimu adalah bentuk ihsan mahabbah, yang teralir dari rahimiyah Tuhan yang Maha rindu. 

Kasih, merindukanmu adalah keadaan hati yang paling islah, merintih menyapa temu, melupa jemu dalam harap haflah. 
Rahwana sinta berujung luka, roman layla majnun menabur duka, sedang kamu adalah hujjah dari sesepi mimpi yang memaksa untuk menepi. 

Disetiap baris hijaiyah yang terbentuk namamu, mungkin kau adalah kinayah yang paling membisu, disetiap suara yang terucap tasbihku, mungkin dirimu adalah mutasyabihat yang sulit kutemu. 

Sapamu adalah manzil untuk aku berteduh dalam suara rintih keheningan malam, sepimu adalah natijah untuk aku memberhentikan harap yang selalu terhatur setelah salam. 

Puisi-puisi ini adalah badal dari ucap yang telah melelah, menyuarakan suara hati tentang mahabbah yang selalu melilah. 

Kasih, cintaku adalah alif lam mim, setelah Basmalah yang kuucap, dan Fatihah yang kau dekap.

Surabaya 23-01-2018
Urip Iku Urup

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...