Sabtu, 05 November 2022

SALAH DAN KALAH

**
_Oleh : Literasimu_


Katamu, mataku bertemu matamu
Hatiku telah kau simpan hati-hati dihatimu
Tapi nyatanya itu tak nyata, aku pun bertanya-tanya
Mana katamu yang katanya kita tidak sekadar kata-kata?

Malam-malam aku melamun dalam kelam
Merintih karna perih masih dihati yang tidak mau pergi
Lagi-lagi lagu-lagu yang sedih-sedih sebagai seduhan menemani hati yang sepi
Dan rasa pilu yang tidak pilih-pilih untuk menghampiri..

Sampai kapan aku berjalan dalam kesendirian
Sampai kapan nasibku dipenuhi dengan sindiran
Sampai kapan aku diperbudak dalam ketidaksadaran
Dan sampai kapan aku akan menemukan sandaran
Karna Kesendirian adalah sindiran ketika kesadaran jauh dari sandaran 

Aku lelah...
Lelah mangalah dan selalu salah ketika menghadapi sifat yang penuh amarah
Aku kalah....
Kalah mengolah resah yang kini menjadi sumpah sampah dalam pikiran hampa
Aku menyerah..
Menyerah sebab hati telah patah dan harus patuh pada tubuh yang tidak mau menyatu

Kini Biarkan aku berikan kesakitan yang memutuskan tempat perhentian
Entah kematian, atau hidup dalam penantian tanpa kepastian
Raga tak lagi gila menggali untuk menggilai arti mencintai
Karna hati berkali-kali disakiti oleh hati yang tak punya hati

Merakit!
Sakit!
Terjangkit!
Digigit!
Tercekik!
Aku terhempas bagai ampas karna seluruh cintaku telah kau rampas..
Pasrah, aku jerah harus terpenjara oleh rasa yang datang hanya sebagai asa...

Teruntuk kamu yang selalu meyakitiku...
Terima kasih atas kasih sayang kau beri
Yang membuat Aku merintih dan perih..


_Palu, 23-April-2020 Pukul, 17:00 WITA_

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...