Senin, 12 Desember 2022

SENJA DAN REMBULAN

Karya: Hujan Sendu
Kepada sang senja,
Aku bertanya "Bagaimana jika suatu hari nanti kamu
mengingkari janjimu untuk tidak muncul lagi?"

Kemudian sang senja menjawab "Aku adalah takdir yang dipilih oleh semesta, aku tidak akan mengingkari janjiku. Karena pada hakikatnya, aku pergi untuk kembali"

Aku mengangguk, dan kembali bertanya "Bagaimana dengan sang rembulan? Bukankah kalian juga takdir, tapi mengapa kalian tidak pernah berdampingan dalam satu waktu?"

 Sang senja tidak langsung menjawab, hingga setelah hembusan angin yang menerpa wajahku membuatnya kembali berucap "Ya, aku dan rembulan adalah takdir. Kami tidak bersama, namun mampu menyempurnakan semesta"

"Tidak akan ada senja, jika tidak ada rembulan. Tidak akan ada rembulan, jika tidak ada senja"

 Aku bergeming mendengar ucapan sang senja, "kalian adalah takdir yang indah. Meski tak bersama, tetapi satu Atma"

---

Bandung, 30 November 2022 
17.51
by.Hujansendu

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...