Karya: Yusuf Hamdani
Setelah kita tak lagi bersama.
Aku menikmati kesepian untuk bisa selalu menemukanmu dalam ingatan
Menikmati kesendirian untuk selalu bisa mengenangmu kapan pun aku inginkan
Kamu abadi pada seisi kepala
Kamu tiada pada kehidupan nyata
Percayalah, tak ada sedikit pun tentangmu yang kuhilangkan
Sekalipun aku tahu di hatimu saat ini mungkin aku sudah ditiadakan
Kemudian, menjadikan aku seseorang yang tak lagi kamu anggap penting untuk diingat
Berhasil melupakanku, barangkali akan membuatmu tenang
Dengan Bahagia tanpa aku,
Barangkali kamu bisa merasa menjadi seorang pemenang
Aku seperti seorang yang pelupa,
Tetapi tak pernah bisa membuatku melupakanmu
Kamu semakin mudah diingat,
Meski lamunanku berdurasi singkat
Seorang pelupapun mungkin akan kesulitan untuk melupakan seseorang yang pernah begitu di cintainya
Aku yakin, setiap hati takkan mudah melupakan
Sebab mereka memiliki ketulusan dan harapan yang masih terbentuk dengan baik untuk seseorang yang dicintainya
Meski tak lagi mengharapkannya
Bisa menjeda tak merindukanmu adalah waktu singkat yang berharga
Jarang sekali aku merasa tak merindukanmu
Bahkan ketika aku berada dalam kesibukan sekalipun
Kenangan lebih membuat otakku sibuk menghadirkanmu
Sebagai bayang yang tak bisa disentuh dan tak mungkin untuk dipeluk
Beberapa kali aku membunuh rinduku sendiri untuk menenangkan hati
Beberapa kali aku hampir terbunuh karena membunuh rindu itu sendiri
Rindu ini tak bersudah, kenangan membuat air mataku tumpah
Kenangan adalah hati yang tersisa dari sebuah kepergian
Aku memeluknya setiap kali teringat bahwa kita pernah Bersama
Saling mempertahankan, sebelum akhirnya saling mengucapkan selamat tinggal
Terkadang kenangan memang terasa begitu menyiksa
Terkadang menjadi hal yang lucu
Terkadang lebih banyak menjadi hal yang membuat hatiku pilu
Aku rindu, meski kamu tidak
Aku tetap merindukanmu meski hatimu barangkali sudah disinggahi cinta yang baru
Ku pikir aku mampu untuk berhenti mengharapkan tanpa berhenti mencitaimu
Nyatanya, usahaku selalu gagal dan selalu saja seperti itu berulang kali
Mungkin aku yang tak pernah ingin berhenti mencintaimu
Hanya karena alasan kamu berhenti mengharapkanku
Tenanglah, aku memilih tak berhenti mencintaimu dan takkan ada perasaanku yang akan membuat hidupmu terganggu, sebab tak ada pilihan lain sebelum aku menemukan seseorang yang menyadarkanku—bahwa kamu tak perlu lagi untuk ditunggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar