Mr. Sita
ada sebagian wanita termaktub dan termasyhur,
di jendela indah beranda kalamku
berupaya mengikat erat batin dan akal warasku
yang setapak janji itu—ingin kusemaikan
inai suci pada jemari mungil takdir akhirku
tetapi sayang—penuh sayang...
ia lalai menjalankan tugasnya
nyatanya...
pesona yang kurawat dengan tulus dan suci
berbuah pahit hingga melontarkan caci maki
entah dengan siapa lagi ia bermuara,
menceritakan tubuhnya lalu menikmati setiap lakon
yang ia pertontonkan pada setiap musafir dosa
ia hadirkan benih kasih selain aku,
ia jajalkan dawai suara penyentuh jiwa
dari setiap fakir perhatian yang kesepian
lalu, siapakah aku untukmu?
juang seperti apa yang belum tuntas kupersembahkan bagimu?
ketika harapan yang kusulam dan kutata dengan sungguh
nyatanya hanya tepi dusta yang berujung luka-luka
"sesungguhnya tipu daya (godaan) wanita itu sangat dahsyat."
"lalu, wanita seperti apa lagi yang seharusnya kupercayai?"
sedang jubah dan syar'i; ia ketahui
topeng kebohongan mengatasnamakan; perbaikan diri
tarekat suci, dijajal sebagai siasat jitu; penggoda yang luar biasa
sedang jalan yang seharusnya ia tuju—
ialah sepasang kaki dari deretan dosa yang ia papah menuju surga
barangkali, ia takkan mungkin mengakui sejahat apa dirinya
seharusnya, ia tahu—
bahwa kemunafikan itu, telah menyerap
pada erat nadi sampai ke ujung pangkal arteri
ingatlah, nona!
kau takkan pernah mampu—bahkan mendekati
sosok bidadari dari surga; dengan kelakuanmu
jika firman-firman yang kau tuangkan itu
kau serap lewat akalmu, tetapi tak pernah berefek pada hati dan batinmu
ketahuilah, nona!
kau akan merasakan, bagaimana bangkai-bangkai
itu, akan kau cicipi; lewat selangkangan indah
di akhir penghakimanmu
Karawang, 12 Juni 2023
Tidak ada komentar:
Posting Komentar