Jumat, 18 Oktober 2024

Mode Hijabers Lugu

 

Mr. Sita


ada sebagian wanita termaktub dan termasyhur, 

di jendela indah beranda kalamku

berupaya mengikat erat batin dan akal warasku

yang setapak janji itu—ingin kusemaikan

inai suci pada jemari mungil takdir akhirku


tetapi sayang—penuh sayang...

ia lalai menjalankan tugasnya

nyatanya... 

pesona yang kurawat dengan tulus dan suci

berbuah pahit hingga melontarkan caci maki


entah dengan siapa lagi ia bermuara,

menceritakan tubuhnya lalu menikmati setiap lakon

yang ia pertontonkan pada setiap musafir dosa

ia hadirkan benih kasih selain aku,

ia jajalkan dawai suara penyentuh jiwa

dari setiap fakir perhatian yang kesepian


lalu, siapakah aku untukmu?

juang seperti apa yang belum tuntas kupersembahkan bagimu?

ketika harapan yang kusulam dan kutata dengan sungguh

nyatanya hanya tepi dusta yang berujung luka-luka


"sesungguhnya tipu daya (godaan) wanita itu sangat dahsyat."

"lalu, wanita seperti apa lagi yang seharusnya kupercayai?"


sedang jubah dan syar'i; ia ketahui

topeng kebohongan mengatasnamakan; perbaikan diri

tarekat suci, dijajal sebagai siasat jitu; penggoda yang luar biasa

sedang jalan yang seharusnya ia tuju—

ialah sepasang kaki dari deretan dosa yang ia papah menuju surga


barangkali, ia takkan mungkin mengakui sejahat apa dirinya

seharusnya, ia tahu—

bahwa kemunafikan itu, telah menyerap

pada erat nadi sampai ke ujung pangkal arteri


ingatlah, nona!

kau takkan pernah mampu—bahkan mendekati 

sosok bidadari dari surga; dengan kelakuanmu 

jika firman-firman yang kau tuangkan itu

kau serap lewat akalmu, tetapi tak pernah berefek pada hati dan batinmu


ketahuilah, nona!

kau akan merasakan, bagaimana bangkai-bangkai

itu, akan kau cicipi; lewat selangkangan indah

di akhir penghakimanmu


Karawang, 12 Juni 2023

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...