Senin, 04 Agustus 2025

SAJAK SEBATANG LISONG


‎ITB Bandung, 19 Agustus 1978

‎W.S. RENDRA

‎menghisap sebatang lisong

‎melihat Indonesia Raya

‎mendengar 130 juta rakyat

‎dan di langit

‎dua tiga cukung mengangkang

‎berak di atas kepala mereka

‎matahari terbit

‎fajar tiba

‎dan aku melihat delapan juta kanak  kanak

‎tanpa pendidikan

‎aku bertanya

‎tetapi pertanyaan  pertanyaanku

‎membentur meja kekuasaan yang macet

‎dan papantulis  papantulis para pendidik

‎yang terlepas dari persoalan kehidupan

‎delapan juta kanak  kanak

‎menghadapi satu jalan panjang

‎tanpa pilihan

‎tanpa pepohonan

‎tanpa dangau persinggahan

‎tanpa ada bayangan ujungny

‎menghisap udara

‎yang disemprot deodorant

‎aku melihat sarjana  sarjana menganggur

‎berpeluh di jalan raya

‎aku melihat wanita bunting

‎antri uang pensiunan

‎dan di langit

‎para teknokrat berkata :

‎bahwa bangsa kita adalah malas

‎bahwa bangsa mesti dibangun

‎mesti di up-grade

‎disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

‎gunung  gunung menjulang

‎langit pesta warna di dalam senjakala

‎dan aku melihat

‎protes  protes yang terpendam

‎terhimpit di bawah tilam

‎aku bertanya

‎tetapi pertanyaanku

‎membentur jidat penyair  penyair salon

‎yang bersajak tentang anggur dan rembulan

‎sementara ketidak adilan terjadi disampingnya

‎dan delapan juta kanak  kanak tanpa pendidikan

‎termangu  mangu di kaki dewi kesenian

‎bunga  bunga bangsa tahun depan

‎berkunang  kunang pandang matanya

‎di bawah iklan berlampu neon

‎berjuta  juta harapan ibu dan bapak

‎menjadi gemalau suara yang kacau

‎menjadi karang di bawah muka samodra

‎­­­­­­­­­­­

‎kita mesti berhenti membeli rumus  rumus asing

‎diktat  diktat hanya boleh memberi metode

‎tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan

‎kita mesti keluar ke jalan raya

‎keluar ke desa  desa

‎mencatat sendiri semua gejala

‎dan menghayati persoalan yang nyata

‎inilah sajakku

‎pamplet masa darurat

‎apakah artinya kesenian

‎bila terpisah dari derita lingkungan

‎apakah artinya berpikir

‎bila terpisah dari masalah kehidupan

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...