Kamis, 04 Februari 2021

AKU, KAMU DAN MEREKA ADA SATIR

**

Kau lah satir rasaku 
Kau Juga satir jiwaku 
Kau adalah segala satir dari ucapan dan perbuatan perbuatan 

Sering dendang serapah bibir-bibir tak seksi mengganyang kenyang 
Dari coretan pena yang menusuk 
Membuat sakit tak terbesuk ,
Jangkitkan kemaluan hingga sirnakan rasa malu di muka-muka tebal 

Apakah aku bukankah kamu ?
Bukankah aku dan kamu adalah kita 
Apakah kita bagian luka yang harus lukai luka luka para peluka 
Yang bermukim di setiap kisi-kisi kehidupan ,hingga merangsak kedalam istana sang raja, 
Melangit di setiap langkah langkah harapan syurga ? huahahahaha... 

Dari penggayuh roda becak di sela iringan mercedes dengan penumpang bedes-bedes berdasi
Yang tercaci oleh doa anak-anak negri yang terkebiri 
Berujungpun sebatas syair kidung nestapa 

Bilakah mengeja kata- kata tercerahi,
Dari tulisan selembar kertas pertanggungjawban,
Dari sudut sudut kantor,
Dari sudut desa Sampe sudut kota,
Dari gang sempit sampai gang mengangkang 
Yang tersetubuhi dg berribu bahasa,
Meski kadang tak berarti,karena tak berrasa

Ehem.. 
Coretan penulis di sela srutupan kopi, pahitnya menipu dan tertipu rasa oleh sang gula-gula, 
Dari para penyair yang mampu menyihir wanita terpinggir, 
Dari waras hingga lalai lantas berkaca pada cermin yang retak, 
Bahkan pecahkan kaca untuk menggores luka sedarahpun tak perduli lantak 

Semua..terreja pekikkan satir kelabu langit-langit kita 
Yang seharusnya indah merona

Sudikah kembali pada peran berbudi 
Dari sekedar kencing di bumi tempat tidur seranah
Dalam pentas sandiwara 
Yang setiap pestanya,pasti akan berakhir 


Kau dan aku dalam satu cermin 
Manakala warna tak merusak Kanvas lainnya 

Ahh.. 
Sudahlah
Aku dan kamu adalah kita, telena terbakar api satir, mengabaikan makna estetika,tanpa sadar mengumbar rasa hambar

Selayaknya beri pujian kepada sang tuan satir yang terplintir nyinyir 
______________
*AK*Gurat Djagad Jiwa*
kudus, 14 September 2020
19.27 wib

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...