**
Semampai syahdu gerak dan suara itu meronggeng ..
Berribu bahasa indah harapkan simpati dengan lukiskan kisah menyayat hati
Namun itu halu di mata yang tau
Tebarkan bunga-bunga kepada kumbang-kumbang
Nadakan kisah sumbang
Tari kan gerak serapah menjagal kupu-kupu
Demi sebuah empati agar tak nampak menipu
Tragis..
Begitu memilukan ..
Bak penari ronggeng bermata satu jajakan tarian di setiap taman bunga,beriring nyanyian kelabu yang tak laku-laku buat si penjaga kalbu
Selalu blusak blusuk kasak kusuk tawarkan wewangi bunga di balik bau busuk hanya untuk menusuk adalah kepuasan sebagai pengobat,katanya..
Hmm.. Adalah bpjs nya jiwa yang jauh dari jaringan kebenaran
Entah, sampe kapan sadar dan menyadari kesalahan diri sendiri
Yang senantiasa memandang kebenaran hanya dengan satu mata.. Mendengar hanya dengan satu telinga,bahwa kau akui kebenaran itu tapi tertolak oleh mata dan telinga lainnya yang kau buta tulikan
Entah ...sampe kapan memahami kenyataan hidup selayaknya sang dewi merias hati?
Bukan dengan merangkai kata ciptakan rujukan agar dapat empati bersama otak gatal di atas bantal
Pada peraduan yang seharusnya indah berhias bunga nirwana
Entahlah,
Entah siapa sebenarnya dirimu..
Bukankah taman itu masih berpayung pada langit yang sama
Maasih biru,meski awan hitam kadang hadir beriring.. bergantian dengan gayanya
Yang selayaknya semua itu mampu mendewasakan jiwa tuk lebih bisa mengenal diri sendiri
Hingga terbukanya tirai mata hati tuk memandang dan menikmati indah sandiwara dunia
Masih kan..?
Cakrawala di taman itu tampakkan pesonanya ?
Pesankan diri untuk berharap gapai damainya senja tuk menyambut malam ,
Agar tidur itu nyenyak dalam impian swargaloka,
Agar fajar senantiasa singsingkan diri tuk menyambut pagi ,
Agar diri terhangatkan pancar mentari hati di setiap hari-hari
Ach... Sudahlah
Semua ini hanya bilur-bilur dari sajak-sajak yang kau wartakan di setiap taman-taman malam mu
Bersama kumbang-kumbang jua kupu-kupu di taman itu
Yang mungkin tersipu dan tersapu tipuan bidadari berselendang semu yang lihai meramu
Sudahilah ..
Dan,
Biarkan kumbang-kumbang.. Merta kupu-kupu lainnya terbang menari perankan takdirnya
Karena mereka berhak ciptakan kebahagiaannya sendiri
Jangan kau usik mereka, karena itu akan membuat rasa mu mati
Sekali lagi,
Sadarilah..
Sudahilah..
Mari bersolek pada cermin diri sendiri
Di tengah taman yang hampir usang dan sia -sia
Mari..
Mendewasakan diri ciptakan kecantikan dan indah taman itu dari Yang sejati
Mari..
Akhiri semua dari kisah yang sesungguhnya sudah berakhir
_______________________
*JITAKSU*
Makam rasa, 08112020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar