Kamis, 04 Februari 2021

SAJAK MALAM JUM'AT





Kediri 23 Juli 2020 / 20:44 WIB

Oleh: Mata Langit



Renjanaku

Marilah kita menjadi sepasang bangsat di malam jum'at

Yang katanya orang adalah waktu tepat pertumpahan libido

Jangan pernah timbul keresahan akan dosa

Sebab di jagat maya banyak bajingan yang mengaku malaikat

Dalam rupa-rupa elit berlambang pakar

Tetapi mengapa ketika aku telah siap menggarapmu

Kau malah berubah menjadi patung

Yang diam seribu teka-teki

Sehingga membuat gairahku tumpul menepa

Renjanaku

Apakah kau masih menyimpan amarah

Perihal aku tak mengajakmu lagi

Turun di lembah-lembah minoritas

Untuk membacakan puisi-puisi perlawanan

Ya

Ternyata tebakanku tepat

Kau memupuk benang rajuk akan hal itu dari mulutmu

Namun, tak perlu kau mempersoalkan itu

Sebab aku melakukan itu demi keselamatan dirimu

Renjanaku

Akhirilah bibir cemberutmu itu

Bukannya kau telah mendengar penjelasanku

Sehingga jangan kau membuatku menunda percintaan kita

Karena aku ingin kau memberikan selangkangmu secara sukarela

Tidak seperti lokalisasi plagiator yang merancang memulung syair-syair indah

Tanpa sepeserpun melibatkan orang sekelilingnya

Kenapa kau diam renjanaku

Angkat pembicaraan

Jangan kau membuatku membuang-buang waktu

Menunggu perasaanmu membaik untuk kita memagut lidah

Ataukah kau ingin aku menjadi seorang brengsek

Seperti orang-orang yang mengaku puitis

Tetapi menjadi penjilat tulen di ruang-ruang bau kencur

Sekali lagi kutanyakan padamu renjanaku

Apakah kau mau  membuang sia-sia malam jum'at  ini

Sebab cuma ini waktu yang kita punya

Perihal, kita telah menjadi tawanan pandemik

Di mana kita menjadi plonco dibatasi ruang gerak-gerik

Dan akhirnya kau pun menjadi penurut

Karena mungkin di dunia ini teramat kejam

Yang memberlakukan hukum-hukum alam

Bahwa perempuan harus tunduk ia dan ia pada omongan laki-laki

Haa.. haa.. haa..

Namun

Jangan kau kuatir sayang aku tidak sebajingan itu

Sebab aku ingin persetubuhan kita terjalin suka sama suka

Bukan seperti sinetron yang lebih mengejar rating dari pada kualitas

Dan rupanya telah ku pastikan moodmu telah membaik tanpa kepura-puraan media bookingan

Maka marilah kita jangan menunda untuk menjadi sepasang telanjang

Untuk mengeluarkan bulir keringat kita yang kehausan

Ah ah ah ah ah ah

Rupanya air maniku lebih cepat keluar dari sebelumnya

Renjaniku

Kini aku telah mencapai klimaks

Maafkan aku yang mengecewakamu

Karena tak mampu membuatmu basah seperti sebelumnya

Tapi jangan pernah risau

Sebab aku akan kembali datang menyetubuhimu

Setelah kata menang itu ada dalam perlawananku



Ritme Dosa Cinta Asmara

Senandung Belaian Klimaks

Kediri 23-07-20

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...