Kamis, 04 Februari 2021

BULAN BETINA IBLIS BIRU

**

Rembulan membisu, menjagal  gerak indah bintang bintang 
Tuan sanksekerta bimbang dan mencetak paras iblis di wajah insan yang memerah 
Luapkan kidung alam mengelam 
Mengecam pesan hati, membuat pualam suci itu kusam 
Cintapun teraniaya hasrat liar..sang betina bertanduk dua 
Tanduk satu, meruncing Ke depan 
Yang kedua,meratap menatap ke segala arah mata angin 

Sementara 
Di sisi langit yang lain,tepat di ujung bulan sabit.. 
Tampak lelaki bersolek dengan jemari terkait arit 
Membuat anak anak cinta menjerit 
Dengan luka yang menanah setelah darah habis tertumpah 
Meruahlah detak sang kejam 
Hingga apapun tercabik dan terhantam 
Bulanku pun hilang termakan rayuan sang jalang 

Sedang bulan biru tak mampu merajuk api neraka untuk hentikan rayu iblis 
Yang menggenggam mahkota semesta 

Membaralah...! 

Hiruk pikuk pun membuncah di antara bumi dan langit yang seharusnya memadu rindu 
Oleh sang betina bertanduk, merupa iblis,selalu siap meremas syahdunya malam malam
Bahkan getarannya hampir merobek langit dan menggasak habis isinya..
Membuat kelam mata insan tuk kembali pada jalan yang benar 

Begitu nanar matanya seakan melahap apapun yang ada
Tubuh fajarpun menggigil seribu bahasa bekukan itikad menyambut pagi 

Jangan lemah wahai sang insan 
Jangan ragu sang tuan dan puan..
Di antara bulanku, bulan biru dan betinanya diri 
Akan lirih dan luruh oleh ketulusan 
mentari hati 
Yang hangat sucinya akan membakar bulan betina iblis biru 

Dendangkanlah harapan itu ..
🎶(bait pertama kidung wahyu kolosobo) 🎵

Dari demikianlah.. pemimpin para bintang tak di lengahkan atas penggembalaannya kepada dunia 
Agar terjaga keseimbangan 

Lantas, 
Bagaimana upaya akal fikiran dengan hati sendiri ?
Terfikirkah awan hitam kadang menutupi pancar mentari?

Akhirnya... 
Masihkah menunggu  jatuhnya Bulan ke bumi baru kita berdiri dan berlari mengejar sang waktu huahahaha.. . 

Jangan terlambat...

Mari renungi diri berharap damai bersama Penghuni Hati 
__________
*AK. gurat Jagad jiwa*
Kudus. 17.08.20
01.40 wib

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...