Kamis, 04 Februari 2021

Puji dusta bermuka dua

*
Kau,
Yang gagu tawarkan kamar berlampu kuyu,
Yang bibir kelu di ruang pengadilan teraniayanya si ambu

Kau,
Mulut bau pada impian anak bangun gedung tinggi,

Bilakah istilah kesiangan di sematkan kepada pahlawan yang kepagian?
Pada baju berhias harta yang kau pinjam kini

Ahaaayy...
Melenggang jalanmu bak modelling terkini
Tawarkan seksi kepada  yang di ingini
Lagukan *sumbang* nada juang buatmu melayang 

🎶maju tak gentar..membela yg bayar🎵...maju merayu... dah terbayar terus bubar...🎶🎵...
Hahahahaha... 

Ahh, nadamu lucu di luka wajah perias hati 
Senilai recehan,muka kau pasang dua,
Satu di depan kau rias puja,
Satu di belakang kau rias puji,
Puja puji beraroma trasi tak tau diri !
Ataukah kelaminmu bercabang jua,ke sana dan kemari?
Tendang sana tendangsini
Raup sana raup sini,

Rakus kau tikam insan yang suntingkan kebaikan pada saku dan telapak tanganmu
Blusak blusuk,kasak kusuk tak peduli busuk,lantas tusuk... !

Ck...ck...ck..ck..ck...
Sudah berapa kepala kau perdayai,
Sudah berapa perut kau injak pasi,
Sudah berapa tekad kau jerat lumat,
Dengan itikad yang begitu laknat

Terlalu mu,mukamu muak kan muka-muka para pemuka cita sekandung jiwa ber asa

Lihatlah,
Langkah suci kaki di terik kemarau 
Dengarlah, 
Suara sebening anak negri meraih setagi rejeki,
Kau pecundangi dengan beribu kata dusta,
Kau tebas lehernya dari belakang tanpa kata-kata

Apakah matamu membutakan telinga, hingga tuli membungkam rasa hati ?
Rela derita lain jadi sesaji hasrat liarmu

Mari, belajar pada kurcaci yang bergandeng hati tuk raih cita pada langit sendiri
Berkokoh kaki pun tak perlu basa basi
Bersama para bintang, merias indah wajah-wajah malam,

Iya, jika kemaluanmu masih menyimpan etika tuk bermalu 

Kau batukan hati dan terlena pesona sepoi angin beraroma kentut..
Itu bauu,itu waguu !
————★★★
*AK.Gurat Djagat Jiwa*
Kudus.080720
02.18 wib

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...